Foto : Channel YouTube.
Aceh Connect | Banda Aceh. — Tidak satupun pejabat Israel yang terlihat hadir dalam prosesi pemakaman, Paus Fransiskus yang digelar secara kenegaraan Sabtu (26/4/2025). Israel diketahui dominan beragama Yahudi, sekitar 74% dan Islam sekitar 18%, Kristen cuma sekitar 1,9%, sisanya penganut kepercayaan lainnya termasuk Druze 1,6%. Dikutip Aceh Connect dari berbagai sumber, Sabtu 26 April 2025.
Israel sedang menguji dunia, bukan saja membantai muslim di Gaza, bahkan menghapus semua unggahan belangsungkawa untuk orang yang disucikan umat Katolik.Langkah kontroversial ini menciptakan gelombang kritik, kekecewaan, bahkan kemarahan, terutama dari kalangan Gereja Katolik di Yerusalem dan komunitas Kristen di Israel.
Para diplomat dilarang menandatangani buku belasungkawa di kedutaan Vatikan. Sejumlah pengamat menilai langkah Israel bukan sekadar diplomasi dingin, tapi sinyal kuat bahwa pemerintah Netanyahu tidak ingin memberi penghormatan simbolik kepada pemimpin yang berani mengkritik tindakan militernya.
“Paus adalah suara moral dunia. Mengabaikannya berarti menolak nilai kemanusiaan,” ujar seorang analis hubungan internasional. Ketegangan ini menjadi kontras mencolok dibanding tahun 2005, ketika Paus Yohanes Paulus II wafat.
Saat itu, Israel mengirim delegasi tingkat tinggi: presiden, menteri luar negeri, hakim agung, bahkan kepala rabi. Kini, diamnya Netanyahu dan penghapusan ucapan duka dari pejabat Israel memicu pertanyaan besar: Apakah Israel siap kehilangan simpati umat Katolik dunia?
Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia dikenal sebagai sosok pemersatu, penyayang kaum tertindas, dan tak gentar mengkritik kekuasaan yang melukai kemanusiaan. [**].











