Ahli Ilmu Falak Aceh, Tgk Ismail. Foto: Dok. Pribadi
Acehconnect.com | Lhokseumawe – Fenomena gerhana bulan total dipastikan dapat disaksikan dari wilayah Aceh pada tahun 2026, di tengah rangkaian empat peristiwa gerhana yang terjadi secara global sepanjang tahun tersebut. Informasi ini disampaikan Ahli Ilmu Falak Aceh, Tgk Ismail, yang menjelaskan bahwa hanya satu gerhana yang dapat diamati langsung dari daratan Aceh dan Indonesia.
Menurut Tgk Ismail, secara global pada 2026 akan terjadi empat gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, dari seluruh rangkaian itu, hanya gerhana bulan total yang terlihat dari Aceh, tepatnya saat bulan purnama terbit di ufuk timur pada malam 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Sementara gerhana lainnya tidak dapat diamati karena jalur gerhana tidak melintasi wilayah Aceh maupun Indonesia.
“Gerhana bulan total menjadi satu-satunya peristiwa gerhana yang bisa disaksikan langsung masyarakat Aceh pada 2026,” ujar Tgk Ismail, dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, gerhana merupakan peristiwa astronomi ketika cahaya dari sebuah benda langit terhalang oleh benda lain. Gerhana Matahari terjadi saat fase bulan baru, sementara gerhana Bulan terjadi saat fase bulan purnama. Namun, tidak setiap bulan baru atau purnama selalu diikuti gerhana karena bidang orbit Bulan yang miring sekitar lima derajat terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Dengan adanya peristiwa ini, masyarakat Aceh diimbau mempersiapkan diri untuk menyaksikan gerhana bulan total sebagai fenomena langit yang relatif jarang terjadi dan bernilai edukatif, sekaligus menjadi momentum penguatan literasi astronomi di kalangan masyarakat. [aga]











