Reuni 33 Tahun Malam Puisi 230 Menit Meriah di BMW

Teuku Nasrullah Dorong Qanun Kesenian Aceh

Aktor Jamal Sharif Baca Puisi “20 Tahun Damai Aceh” Diiringi Lagu “Aneuek Yatim” oleh Fachry Ali, Teuku Nasrullah, Wina SW1, Nurul Akmal, Siti Rahmah, Yan Kande, Martono Halim Pohan, Herry Dani Lubis, Teuku Raja Muda Bentara, Apa Gense, Yusrizal Ibrahim, Marzuki Yusuf, dll (Foto: Aga-AC.Com)

Acehconnect.com | Banda Aceh – Suasana hangat bercampur haru mewarnai reuni 33 tahun Malam Puisi 230 Menit di Warkop Boh Manok Weng (BMW), Sabtu (16/8) malam. Perayaan yang bertepatan dengan 20 tahun MoU Helsinki itu tak sekadar bernostalgia, tetapi juga menjadi panggung gagasan lahirnya Qanun Kesenian Aceh.

Acara itu menjadi ajang silaturahmi, diskusi, dan pembacaan puisi bagi para alumni seniman dan penyair yang pernah terlibat dalam kegiatan fenomenal pada 1992 lalu.

Kegiatan yang digagas kembali oleh para alumni tersebut dihadiri berbagai tokoh, termasuk penggagas Malam Puisi Fachry Ali, pakar hukum nasional asal Aceh Teuku Nasrullah, aktor sekaligus sutradara Jamal Sharif, serta sejumlah seniman dan akademisi.

Dalam kesempatan itu, Teuku Nasrullah menegaskan pentingnya regulasi hukum untuk mendukung perkembangan seni di Aceh. “Qanun Kesenian harus segera dibuat agar para pelaku seni memiliki payung hukum yang jelas,” ujarnya.

Acara mencapai puncak saat Jamal Sharif membacakan puisi bertema perdamaian Aceh dengan gaya teatrikal, diiringi lantunan lagu Aneuk Yatim yang dinyanyikan bersama oleh para hadirin. Suasana kian hangat dengan kehadiran tokoh-tokoh seperti Wina SW1, Nurul Akmal, Siti Rahmah, Yan Kande, Martono Halim Pohan, Herry Dani Lubis, Teuku Raja Muda Bentara, Apa Gense, Yusrizal Ibrahim, dan Marzuki Yusuf.

Fachry Ali mengenang bahwa sejak awal dirinya melihat para seniman memiliki social sense tinggi, yakni kepekaan untuk memahami dan merespons situasi sosial melalui karya singkat seperti puisi. Ia mengingatkan bahwa pada 1992 dirinya pernah menginisiasi pertemuan seniman dengan para kepala daerah di Aceh untuk membangun sinergi.

Ketua Majelis Seniman Aceh (MASA) menyampaikan rencana untuk mengadopsi Malam Puisi 230 Menit sebagai agenda tahunan organisasi independen tersebut. Fachry Ali menyambut baik inisiatif itu.

Koordinator acara, Yusrizal Ibrahim, mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya Martono Halim Pohan (Direktur PT CIGS) dan Herry Dani Lubis (Ketua KPU Kota Binjai 2013–2018) selaku sponsor kegiatan. [aga]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *