Pendiri Bobibos Ungkap Inspirasi Surah Yasin Ayat 80 di Balik Teknologi Energi Hijau “Rises”

Aceh Connect | Jakarta — Inovasi energi terbarukan karya anak bangsa kembali menarik perhatian publik. Pendiri bahan bakar nabati Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, akhirnya mengungkap asal-usul ide riset bahan bakar dari tanaman hijau yang belakangan ramai disebut sebagai teknologi “rises” atau energi merah putih.

Dalam pernyataannya, Ikhlas menjelaskan bahwa gagasan awal tercetus lebih dari sepuluh tahun lalu, saat ia merenungkan pesan Al-Qur’an pada Surah Yasin ayat 80, yang berbunyi:
“Dialah yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, kemudian kamu menyalakannya.”

Ayat tersebut, menurutnya, memberi isyarat bahwa tanaman hijau menyimpan potensi energi yang bisa diolah menjadi sumber bahan bakar. “Itu bukan sekadar teks spiritual, tapi petunjuk ilmiah bahwa unsur hijau dalam tumbuhan dapat menghasilkan energi,” ujarnya.

Ikhlas menyebut bahwa pemanfaatan tanaman — termasuk jerami dan biomassa lokal — menjadi fondasi riset yang kemudian berkembang menjadi produk Bobibos, bahan bakar nabati berkualitas tinggi yang diklaim memiliki RON mendekati 98 dan emisi lebih bersih.

Peluncuran Bobibos mendapat banyak sorotan karena dikaitkan dengan semangat “energi merah putih”, yaitu gagasan kemandirian energi nasional berbasis kekayaan alam Indonesia. Publik juga memberi perhatian pada istilah “rises”, yang oleh sebagian pihak disangka sebagai nama bahan bakarnya. Namun, Ikhlas menegaskan bahwa nama resmi produknya tetap “Bobibos”, sementara “rises” hanya merujuk pada proses atau teknologi risetnya.

Di tengah antusiasme masyarakat, sejumlah lembaga riset nasional mulai menunjukkan ketertarikan untuk melakukan kajian ilmiah lebih mendalam terhadap teknologi ini. Upaya tersebut diharapkan dapat memastikan validitas, manfaat, serta potensi penerapan Bobibos dalam skala besar.

Dengan perpaduan antara riset ilmiah dan inspirasi spiritual, Bobibos kini menjadi salah satu inovasi energi hijau yang paling banyak dibicarakan. Publik menunggu langkah lanjutan untuk melihat sejauh mana teknologi ini dapat memberi kontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia. [Zul].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *