Kader Nasdem foto bersama dengan Pengurus PWI Aceh, foto: ist
Banda Aceh — Para kader Nasdem dan Anggota DPRA dari Partai Nasdem hadir dalam pertemuan itu, menyampaikan kekecewaannya atas pemberitaan Tempo belum lama ini
Menurut kader yang menyampaikan pidatonya dengan penuh amarah, kecewa atas framing yang dibangun oleh Majalah Tempo. Mereka menyoroti secara khusus judul cover “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang dinilai sebagai bentuk framing yang menyesatkan.
Menurut mereka, penyebutan tersebut seolah-olah menggambarkan Partai NasDem sebagai entitas bisnis semata, bukan sebagai institusi politik yang memiliki ideologi dan tujuan kebangsaan.
Selain itu, isi laporan utama Majalah Tempo juga dinilai membangun opini publik yang menggiring persepsi bahwa Partai NasDem telah tersandera oleh kepentingan pragmatis.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, dalam sambutannya menyambut baik kedatangan para kader NasDem untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
Namun, PWI Aceh tidak mau dibenturkan secara kelembagaan, baik dengan Tempo maupun Dewan Pers. Kami akan memberi masukan terhadap persoalan ini, demi kebaikan Partai Nasdem. Kata Nasir Nurdin Ketua PWI Aceh, di Aula PWI Aceh lantai II Kamis 15 April 2026.
Menurutnya, mekanisme penyelesaian sengketa pers sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dewan Pers.
“Kami menyambut baik penyampaian aspirasi ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Nantinya, ini akan menjadi informasi publik dan mudah-mudahan sampai kepada pihak yang dimaksud,” ujar Nasir Nurdin.
Pertemuan tersebut berlangsung sangat singkat dalam suasana kondusif, dengan harapan bahwa polemik ini dapat diselesaikan melalui mekanisme yang sesuai dengan aturan dan etika jurnalistik yang berlaku di Indonesia. []











