Foto: Tangkap layar , Menag Nasaruddin Umar.
Jakarta – Tepat pukul 19.50 (19/3) Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menyampaikan, berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh (177 titik pemantauan) tak ada yang melihat hilal.
“Secara hisab data hilal tak memenuhi kriteria hilal mabims. Maka setelah dilakukan sidang isbat, Kemenag menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” jelas Menag usai sidang Isbat, Kamis (19/3/2026) malam.
Untuk diketahui, berdasarkan ketentuan Mabims yang menjadi acuan utama penentuan rukyatul hilal bahwa posisi hilal minimal tinggi 3 derajat dengan sudut elongasi 6 derajat. [*].











