Bendungan Keureuto dan Rukoh Akan Diresmikan

Aceh Connect | Banda Aceh. — Kabar  gembira terasa manakala berhembus kabar 2 bendungan di Aceh akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto,  dalam tahun 2025 ini meski  waktu tepatnya masih menunggu jadwal.

Dari penelusuran Aceh Connect ke berbagai laman diketahui bahwa, bendungan yang dimaksud adalah bendungan Keureuto yang ada di Aceh Utara dan Rukoh yang ada di kabupaten Pidie.

Dikutip dari Tempo.co , Minggu 26 Januari 2025. Pemerintah berencana meresmikan enam bendungan yang tersebar di wilayah Aceh hingga Nusa Tenggara Barat pada awal 2025. Namun, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo belum bisa memastikan waktu peresmian infrastruktur tersebut karena masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto.

Bendungan Keureuto, salah satu proyek strategis nasional yang berada di Aceh Utara, resmi memasuki tahap impounding pada hari ini. Impounding adalah proses pengisian awal bendungan untuk memastikan kesiapan waduk menampung air sesuai kapasitasnya. Kegiatan ini menandai fase penting menuju operasional penuh bendungan yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Aceh. Dikutip dari laman Kementerian PU-PR, 18/12/2024,

Bendungan Rukoh, Kabupaten Pidie, Aceh

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sebesar 128 juta meter kubik. Bendungan Rukoh direncanakan dapat mengairi daerah irigasi seluas 11.950 hektare dengan intensitas tanam 300 persen dalam tiga kali masa tanam. Pembangunan Bendungan ini menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp1,7 triliun. Selain untuk mendukung irigasi, Bendungan Rukoh diklaim dapat mengurangi potensi banjir hingga 89,62 persen; menyediakan air baku 0,90 meter kubik per detik; serta memiliki potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 140 megawatt.

Bendungan Keureuto, Aceh Utara.

Bendungan Keureuto dibangun dengan anggaran Rp 2,73 triliun yang bersumber dari APBN. Bendungan ini memiliki daya tampung 216 juta meter kubik dan dirancang untuk mengairi 9.455 hektare daerah irigasi serta menyuplai air baku sebesar 0,5 meter kubik per detik untuk lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Bendungan Keureuto juga berpotensi menghasilkan listrik 6,34 megawatt dan mereduksi banjir di Aceh Utara hingga 30 persen. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *