Di Tengah Ekonomi Lesu, Persyaratan Kerja Semakin Jadi Beban 

Sufri (Pengamat Sosial).

Aceh Connect | Lhokseumawe – Di tengah kondisi ekonomi yang masih lemah dan tingkat pengangguran yang kian tinggi, harapan masyarakat Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan pekerjaan kembali diuji oleh ketatnya persyaratan administratif pada pembukaan lowongan kerja.

Davina Faatin, salah seorang calon pelamar, mengaku urung mengajukan lamaran. Ia menilai biaya awal untuk memenuhi sejumlah dokumen, seperti legalisir ijazah, SKCK, surat sehat, hingga pernyataan bebas narkoba bermaterai, cukup memberatkan di saat kondisi keuangan keluarga sedang sulit. “Saya sebenarnya sangat berharap bisa melamar, tapi untuk memenuhi syarat awal saja sudah butuh dana lebih. Saya berharap syarat bisa dinormalkan kembali, dan dilengkapi nanti setelah dinyatakan lulus,” ujar Davina dengan nada kecewa.

Sementara itu, pengamat publik, Sufri, menilai bahwa apa yang ditetapkan panitia sebenarnya bukanlah syarat yang berlebihan, karena hampir sama dengan kebanyakan penerimaan tenaga kerja. Namun, menurutnya, situasi saat ini berbeda. “Di saat perekonomian lemah dan pengangguran tinggi, inilah momen pemerintah hadir, bukan hanya dengan membuka lapangan kerja, tetapi juga dengan solusi inovatif. Salah satunya, meringankan persyaratan di tahap awal agar masyarakat tidak terbebani biaya administrasi,” tegas Sufri.

Ia menambahkan, jika tahap awal cukup dengan dokumen dasar seperti CV, KTP, dan foto, lalu syarat lengkap dilengkapi setelah lulus seleksi, itu sudah menjadi bentuk perhatian nyata bagi para pencari kerja.

Kondisi Lhokseumawe yang masih berjuang keluar dari keterpurukan ekonomi memang menuntut perhatian lebih. Bagi banyak anak muda, peluang kerja menjadi secercah harapan. Namun, bila persyaratan awal justru menjadi penghalang, bukan tidak mungkin semangat mereka untuk bangkit malah padam sebelum berjuang. [ZH].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *