Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah.
Banda Aceh — Penyaluran KUR di Aceh menunjukkan pertumbuhan positif dengan fokus memperkuat UMKM, ditandai dengan kuota Bank Aceh Syariah sebesar Rp1,5 triliun untuk tahun 2026. Realisasi KUR pada tahun 2024 mencapai Rp4,93 triliun. BSI juga mencatat pencairan signifikan mencapai Rp25 triliun hingga Oktober 2025, sementara relaksasi KUR disiapkan bagi debitur korban bencana.
Angka di atas berbanding terbalik jika kita melihat jumlah pengangguran di Aceh, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 5,60%, sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya. Meski persentase turun, jumlah pengangguran sempat meningkat menjadi 149 ribu orang pada Februari 2025, bertambah 4.000 orang dari periode sebelumnya. Data ini dirilis oleh BPS Aceh.
Hal serupa juga disampaikan oleh Dewan Kota Banda Aceh, di berbagai media lokal. Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, mendorong pihak swasta agar menyerap tenaga kerja lebih banyak ke depan. Hal itu dilakukan guna mendorong pengentasan pengangguran di Banda Aceh, yang saat ini angkanya masih sangat tinggi, bahkan berada di atas angka pengangguran nasional.
Ia menyampaikan bahwa tingginya angka pengangguran di Banda Aceh menjadi tugas bersama wali kota, DPRK, dan pihak swasta untuk menyelesaikannya.
“Untuk menyelesaikan pengangguran, maka pihak swasta harus ikut berkontribusi, karena sektor swastalah yang saat ini mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak,” ujar politisi muda PKS tersebut dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (8/3/2026).
Kepada pihak perbankan yang beroperasi di Banda Aceh, ia meminta agar syarat pembiayaan bagi pengusaha pemula dapat diperingan. Irwansyah juga menyampaikan bahwa saat ini terjadi kondisi yang paradoks di Banda Aceh. Berdasarkan data, KUR untuk UMKM di bank-bank telah disalurkan kepada puluhan ribu pelaku usaha. Namun, fakta di lapangan menunjukkan angka pengangguran tidak kunjung turun.
Ia pun mempertanyakan efektivitas penyaluran KUR, dan ini harus menjadi perhatian serius bagi perbankan yang beroperasi di Aceh. Untuk memeriksa kembali penyalurannya, siapa sesungguhnya yang paling banyak menikmati KUR yang diragukan banyak kalangan. [Adv].











