Ilustrasi, foto (editan, ac).
Acehconnect.com | Banda Aceh. –– Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance atau INDEF Didin S. Damanhuri menyoroti soal fenomena ketidakadilan di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Salah satunya tentang ketidakadilan antargenerasi disebut menusuk rasa keadilan bagi generasi milenial dan Z.
Didin mengaku tercengang setelah Badan Pusat Statistik atau BPS merilis hasil sigi yang menunjukkan nyaris 10 juta atau 9,9 juta generasi milenial dan Z yang tak sekolah dan bekerja. Dia menyebut peristiwa itu tak semestinya terjadi di negara yang memiliki dalil keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam konstitusi.
“Ada 10 juta gen Z yang tidak sekolah dan tidak bekerja. Pertanyaannya ketika ada isu UKT (Uang Kuliah Tunggal), ke mana saja Kementerian Pendidikan selama 10 tahun terakhir ini ini? Ini sangat menusuk rasa keadilan bagi generasi milenial dan generasi Z,” kata Didin dalam sebuah diskusi dikutip dari Tempo Selasa, 4 Juni 2024.
BPS sebelumnya telah melaporkan ada 9,9 juta penduduk berusia 15-25 tahun tidak mengikuti pendidikan, pekerjaan, dan pelatihan alias menganggur. Fenomena itu terekam dari hasil sigi yang diambil pada periode 2021-2022.
Dari angka itu, kondisi menganggur didominasi oleh perempuan muda sebanyak 5,73 juta orang dan 4,17 juta laki-laki muda.
Penelusuran media acehconnect.com dari berbagai sumber, generasi Z yang kreatif lebih memilih Konten Kreator inilah jawaban kaum milenial dan generasi Z.
Kini generasi Z atau Gen Z tengah berlomba-lomba menjadi konten creator dengan membagikan ide-ide cemerlang mereka dan membagikan aktivitas mereka dalam sebuah konten. Hal ini dipandang mudah dalam berbagi ide dan pengalaman. Bahkan kini menjadi konten creator dapat menghasilkan uang atas apreasiasi konten yang mereka buat. [].











