Provinsi Aceh resmi menetapkan Status Tanggap Darurat

Hery Herman Saputra, S.kom

ACEH CONNECT — Di tengah kepanikan warga yang terjebak banjir dan akses logistik yang mulai terputus, suara tegas muncul dari gedung DPRK Lhokseumawe. Anggota DPRK, Hery Herman Saputra, S.kom, mendesak Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk bertindak cepat dan tepat.

Hery menilai bahwa situasi luar biasa ini membutuhkan langkah luar biasa pula. Karena itu, ia mendorong agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini berjalan di sekolah-sekolah segera dialihfungsikan sementara menjadi Dapur Darurat di posko-posko pengungsian, agar tidak ada satu pun warga, terutama anak-anak dan lansia, yang terabaikan dalam masa genting ini.

“Ini soal kemanusiaan. Saat ribuan warga terisolasi dan kehilangan akses makanan, pemerintah harus mengalihkan sumber daya yang ada. Program MBG dapat menjadi penyelamat bagi pengungsi yang kini bergantung pada bantuan,” tegasnya.

Selain itu, Hery juga menyoroti ancaman lonjakan harga bahan pokok yang kerap terjadi dalam situasi bencana. Ia meminta pemerintah daerah mengawasi ketat distribusi dan harga sembako, memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan penderitaan warga untuk keuntungan pribadi.

“Jangan sampai masyarakat yang sedang kesusahan justru dibebani dengan kenaikan harga beras, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Negara harus hadir sepenuhnya selama masa tanggap darurat,” ujarnya.

Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam situasi bencana, kebijakan harus bergerak cepat, terarah, dan berpihak pada keselamatan warga. Aceh sedang diuji, dan keberpihakan pemerintah menjadi tumpuan harapan bagi masyarakat yang kini bertahan di tengah banjir. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *