Pengurus KABY Periode 2025–2026.
Yogyakarta — Rayfal Andesa secara resmi dilantik sebagai Ketua Umum Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) periode 2025–2026 oleh Kepala Bagian Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Aceh Besar, Ustadz Zaini, S.H., M.H., pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Balee Gadeng, Yogyakarta.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Besar (MUBES) yang dilaksanakan pada 2 November 2025, sekaligus menandai pergantian kepemimpinan dari Naimul Faza kepada Rayfal Andesa.
Acara pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh warga KABY, mahasiswa Aceh, alumni, serta masyarakat Aceh yang berdomisili di Yogyakarta. Ketua Panitia Pelantikan, Muhammad Achyar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan internal KABY serta mempererat silaturahmi di perantauan.
Ketua Umum Taman Pelajar Aceh (TPA) Yogyakarta menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 sempat membuat banyak paguyuban di Yogyakarta mengalami kevakuman. Namun, KABY dinilai mampu bertahan dan menunjukkan eksistensinya. Oleh karena itu, TPA berkomitmen mendukung setiap program paguyuban kabupaten guna menghidupkan kembali semangat berorganisasi yang berlandaskan identitas kedaerahan.
Ketua Umum KABY demisioner, Naimul Faza, menyampaikan bahwa KABY merupakan ruang diskusi dan kebersamaan. Ia menekankan pentingnya melanjutkan hal-hal positif serta menjadikan setiap kekurangan sebagai bahan evaluasi bersama. Ia juga berharap silaturahmi dengan orang tua, alumni, dan seluruh keluarga besar KABY dapat terus diperkuat.
Sementara itu, Ketua Umum KABY periode 2025–2026, Rayfal Andesa, menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa Aceh Besar di Yogyakarta tergolong besar, namun hingga saat ini belum memiliki asrama sebagai wadah bersama. Sejalan dengan itu, perwakilan masyarakat Aceh, Ibu Ami Zainal, berharap agar KABY terus memperkuat silaturahmi dengan masyarakat Aceh di Yogyakarta sehingga kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga.
Dalam arahannya, Ustadz Zaini, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya merealisasikan pembangunan asrama Aceh Besar di Yogyakarta. Meskipun teknis dan jumlahnya masih dalam tahap pembahasan, ia menegaskan pentingnya menjaga kekompakan serta memperkuat silaturahmi di antara masyarakat Aceh Besar di perantauan. [Ac].











