Mustaqim Nurdin, S.Ag.
Lhokseumawe, 13 Januari 2026 –Pengamat Sosial Mustaqim Nurdin, S.Ag, mendorong Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk menambah kuota Makan Gizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) seiring meningkatnya jumlah dan kerentanan lansia di wilayah perkotaan.
Menurut Mustaqim, kondisi sosial–ekonomi Lhokseumawe yang telah beralih dari kota industri menuju kota jasa dan perdagangan berdampak langsung pada lansia. Banyak lansia tidak lagi memiliki sumber penghasilan tetap, sementara biaya hidup perkotaan terus meningkat. Dalam situasi tersebut, kuota MBG yang terbatas dinilai belum mampu menjangkau seluruh lansia rentan.
Data kependudukan menunjukkan jumlah lansia di Lhokseumawe mencapai hampir 9 % dari total penduduk, menjadikan kelompok ini signifikan dalam struktur demografi kota. Namun, secara kebijakan, bantuan sosial lansia masih berbasis kuota statis dan pendataan administratif yang kerap tidak mencerminkan kondisi faktual di gampong.
Mustaqim menilai, jika penyesuaian kuota tidak segera dilakukan, berpotensi muncul kemiskinan terselubung lansia, kecemburuan sosial, serta meningkatnya beban sosial di tingkat masyarakat bawah. Ia menegaskan bahwa penambahan kuota MBG harus dibarengi perbaikan pendataan dan pendekatan yang lebih humanis.
“Penambahan kuota MBG bukan sekadar soal anggaran, tetapi koreksi kebijakan agar selaras dengan realitas sosial Lhokseumawe sebagai kota,” ujarnya.
Dorongan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam perencanaan kebijakan sosial, agar perlindungan terhadap lansia benar-benar mencerminkan prinsip keadilan dan keberpihakan pada kelompok rentan. [*].











