Warga Keluhkan Saluran Air, Desak Normalisasi Pasca Banjir

Foto: ist SDN 10,  Must|AC.

Aceh Connect | Lhokseumawe — Warga Kota Lhokseumawe yang terdampak banjir kembali mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait agar segera melakukan normalisasi saluran air pasca bencana. Keluhan ini disampaikan Ermami, warga setempat, yang menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama trauma banjir yang terus menghantui masyarakat setiap kali hujan turun.

Menurut Ermami, pemerintah perlu memastikan seluruh jalur aliran air terintegrasi dengan baik dan bebas dari sumbatan. Ia menyebut, di lapangan masih banyak ditemukan penyempitan dan pendangkalan saluran yang parah, sehingga menghambat aliran air dan memperburuk kondisi saat penanganan darurat bencana.

Salah satu titik krusial berada di perbatasan Desa Simpang Empat dan Keude Aceh. Di kawasan tersebut, aliran air dilaporkan tersumbat akibat penimbunan saluran yang digunakan oleh sebuah sekolah di Komplek SKB tanpa dilengkapi gorong-gorong. Penimbunan ini menutup aliran air sepanjang jalur Sekolah Dasar Negeri 10 hingga menghambat aliran menuju saluran besar yang bermuara ke waduk, tepat di sepanjang pagar SKB.

“Ketika air melintas di badan jalan, ini sudah menjadi tanda serius bahwa saluran tidak berfungsi. Keude Aceh adalah desa terakhir yang menampung aliran air dari seluruh Kecamatan Banda Sakti sebelum masuk ke waduk. Jika saluran di wilayah ini bermasalah, dampaknya pasti dirasakan desa-desa lain,” ujar Ermami.

Ia menegaskan, persoalan drainase tidak boleh ditangani secara parsial. Masih banyak saluran lain yang membutuhkan perhatian serius dan pembenahan menyeluruh agar kejadian banjir serupa tidak terus berulang.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar wacana, guna memastikan sistem drainase kota berfungsi optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pasca bencana. [Mt].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *