Disnaker Didesak Awasi Perusahaan Pemenang Tender di Depot Pertamina

Mahatir, Perwakilan Tenaga Skill Lhokseumawe.

Aceh Connect | Lhokseumawe — Kekecewaan pekerja lokal Lhokseumawe kembali mengemuka. Mahatir, perwakilan tenaga skill lokal, mendesak pemerintah agar benar-benar hadir dalam persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di proyek Depot Pertamina Lhokseumawe. Ia menilai, keberadaan tenaga skill lokal yang jumlahnya mencapai puluhan orang justru diabaikan, sementara perusahaan pemenang tender diduga lebih banyak mendatangkan pekerja dari luar daerah.

“Kami tidak mau hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kalau pemerintah serius memperjuangkan kuota pekerja lokal, maka harus ada pengawasan nyata, bukan hanya aturan di atas kertas,” tegas Mahatir usai memimpin rekan-rekannya mendatangi Depot Pertamina.

Desakan Mahatir ini mendapat perhatian serius dari Dinas Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe. Saat dikonfirmasi, Kabid Ketenagakerjaan Disnaker Kota Lhokseumawe membenarkan bahwa hingga kini perusahaan-perusahaan pemenang tender belum melapor secara resmi ke Disnaker.

Disnaker memberi tenggat waktu dua hari setelah aksi pekerja lokal tersebut. Jika dalam periode itu perusahaan tetap tidak melapor, maka Disnaker memastikan akan segera menyurati secara resmi untuk meminta klarifikasi dan laporan ketenagakerjaan mereka.

Langkah ini diharapkan menjadi titik awal agar persoalan tenaga kerja di Lhokseumawe lebih transparan dan berpihak pada masyarakat setempat, sejalan dengan upaya pemerintah kota yang tengah mendorong kewajiban serapan pekerja lokal hingga 80 persen. [ZH].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *