Kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah Memasuki Fase Krisis

Foto: Tim AC | Z.

ACEH CONNECT | Aceh Tengah & Bener Meriah — Situasi dua kabupaten di dataran tinggi Gayo itu kini memasuki fase krisis. Hingga hari ini, sejumlah kecamatan dan puluhan desa masih terisolir total akibat akses jalan yang terputus parah oleh banjir bandang dan longsor. Rantai distribusi logistik lumpuh sepenuhnya, menyebabkan kelangkaan bahan pangan di pasar tradisional maupun kios-kios kecil.

Di Aceh Tengah, stok beras, minyak goreng, telur, hingga air mineral semakin menipis dan memicu keresahan warga. Aksi penjarahan yang terjadi di beberapa gerai ritel modern menjadi peringatan keras bahwa tekanan ekonomi dan rasa lapar telah mendorong masyarakat ke batas psikologisnya.

Sementara itu, di Bener Meriah tercatat enam kecamatan dengan puluhan desa masih terisolir: Pintu Rime Gayo, Gajah Putih, Mesidah, Syiah Utama, Permata, dan Timang Gajah. Di Aceh Tengah, 97 desa dilaporkan belum dapat diakses dan masih menunggu suplai logistik darurat.

Tokoh masyarakat setempat, Misriadi, menyampaikan keprihatinan mendalam dan memperingatkan potensi kerawanan sosial jika keadaan ini tidak segera ditangani.

“Ini sudah masuk situasi krisis. Ketika bahan makanan langka dan warga mulai kelaparan, kepanikan bisa berubah menjadi kekacauan. Pemerintah harus segera turun dengan suplai logistik dan pengamanan,” ujarnya.

Hujan yang belum sepenuhnya mereda membuat proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lambat. Pemerintah daerah didesak untuk membuka jalur darurat dan mengerahkan helikopter guna menembus wilayah-wilayah yang benar-benar tidak dapat diakses melalui darat.

Kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah kini tidak hanya mencerminkan bencana alam berskala besar, tetapi juga ancaman nyata terhadap stabilitas sosial di tengah kelangkaan logistik. Warga masih menunggu kehadiran pemerintah dengan langkah cepat dan terukur sebelum krisis kemanusiaan berkembang menjadi krisis sosial yang lebih luas.

Tim Redaksi Aceh Connect meminta maaf kepada berbagai pihak, yang telah memberi laporan dari lokasi bencana. Oleh sebab jaringan internet yang sering terputus, sehingga berita ini baru tayang Rabu (3/12).  [Tr|Zul].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *