Serah terima bantuan, foto: Is.
Aceh Utara — Terpancar keteguhan keiklasan tanpa mengeluh menunggu bantuan datang, karena dengan sisa kemampuan mereka tidak mungkin mampu wujudkan kembali rumah tempat tinggalnya. Kata salah satu warga Gampong Matang Baro, kecamatan Lapang Aceh Utara, Kamis 8 Januari 2026.

Di sebuah sudut perkampungan di kecamatan Lapang Aceh Utara, Gampong Matang Baro. Tidak terlihat banyak bangunan yang rusak karena semuanya sudah dihempas, disedot ke laut, hanya beberapa rumah yang tersisa dalam kondisi miring tanpa pondasi lagi, atapnya tertimpa pohon kelapa.
Kami hadir untuk perpanjangan tangan PWI Aceh, mengantar bantuan masyarakat Aceh yang disalurkan melalui PWI Aceh. Tidak banyak yang kami bawa karena keterbasan transport, hanya baju siap pakai dan baju baru kami serahkan di posko Matang Baro. Dan segera beranjak, karena pandangan kosong dari warga mungkin berharap bantuan lebih.
Hanya kami tambahkan dengan sepatu kecil, dari semua keluarga kami yang sudah tidak dipakai lagi masih layak pakai, disambutnya dengan keceriaan anak desa itu yang besok akan dipakai ke sekolah. Katanya dengan raut ceria.
Paling tidak dapat pesan bahwa, Kecamatan Lapang Aceh Utara bukan saja Kuala Cangkoy, Matang Baro juga lumayan dahsyat bencana. Air banjir bagai anak panah melesat menuju laut, membawa menggerus apa saja yang merintanginya.

Mereka tidak bicara penyebab banjir, mereka sudah terbiasa dengan cobaan. Tinggal kita yang punya kuasa, berbagi bantuan secara berkeadilan sampai ke tangan-tangan yang membutuhkan. Membentuk satker wilayah, untuk mendapat data yang akurat tentang apa yang dibutuhkan masyarakat kita sendiri. [].











