Foto: Tagar Bencana Nasional, dok. Riza.
ACEH CONNECT — Jeritan, tangisan pengungsi belum menggugah perasaan Presiden Prabowo, untuk tetapkan banjir Aceh sebagai Bencana Nasional. Presiden tentu punya alasan meski harapan itu sudah sangat urgen, Presiden lebih percaya jajaran menterinya akan mampu melakukan sesuatu menyelesaikan trauma dan kesulitan pengungsi Aceh.
Beberapa kabinet Prabowo berani bilang listrik Aceh sudah pulih 97%, bahkan ada yang berani janji 100% listrik akan normal pada tanggal 7 Desember 2025. Namun kenyataannya nyala sebentar dan padam kembali, pagi Selasa (8/12). Tragis korban banjir Aceh dibiarkan menderita dan kelaparan, hingga pertengahan Desember 2025 belum mampu menembus seluruh daerah bencana.
Berbagai opini masyarakat Aceh diterima media ini, mewakili saudaranya yang jadi korban bencana banjir dan longsor Aceh. Tidak lain berharap pemulihan trauma bencana segera dilaksanakan serentak, membuka akses bantuan luar karena musibah ini sangat luas dan membutuhkan kerja besar.
Mewakili opini lain yang serupa, Riza warga Banda Aceh berharap: Bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditetapkan sebagai “BENCANA NASIONAL”.
Menurutnya : “Sampai saat ini masih ada korban bencana yang kesulitan bahan makanan, obat-obatan dan air bersih bahkan masih ada juga yang belum tersentuh bantuan.”
Miris, jika Penguasa lebih mementingkan harga dir dari pada korban bencana dengan menolak bantuan luar.
Mereka dengan gampangnya mengatakan negara mampu mengatasi kepada pihak yang ingin membantu. Namun ketika berhadapan dengan korban bencana, iya berkata: MOHON BERSABAR KARENA KAMI TAK PUNYA TONGKAT NABI MUSA.
Karena kita bukan Nabi, maka tidak perlu sombong dan mempertahankan harga diri. Hindari jadikan diri sebagai pembunuh rakyat sendiri, dengan membiarkan mereka mati kelaparan karena tak terbantu.
Saya hanya warga sipil biasa yang hanya membantu mengajak saudara-saudara yang PEDULI KEPADA KORBAN BENCANA BANJIR DI ACEH, SUMUT dan SUMBAR untuk sama-sama menyuarakan DITETAPKAN BENCANA NASIONAL melalui Flyer SAVE SUMATERA.
#TETAPKANBENCANANASIONAL
Semoga atas izin Tuhan, upaya kecil ini bisa membantu melunakan hati para Penguasa negeri ini.
“Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim). Tutupnya.
Selain Riza sudah banyak masyarakat lain yang menyuarakan hal yang sama, termasuk Ulama Aceh dan DPR-RI dan Ketua Penanggulangan Bencana dari Pemerintah Aceh.

Dampak Kerusakan Pascabanjir Bandang di Nagan Raya. (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
Dampak kerusakan sebagaimana yang dilansir detiknews, awal Desember 2025. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, meminta pemerintah segera menetapkan status bencana nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Abidin menyinggung jumlah korban meninggal dunia yang terus bertambah.
“Kami berharap Presiden dan BNPB segera mengambil keputusan ini demi keselamatan rakyat dan ketahanan daerah,” kata Abidin Fikri kepada wartawan, 2 Desember 2025. [].











