Presiden Prabowo Subianto meninjau struktur dan fasilitas hunian yang dibangun BPI Danantara bernama Rumah Hunian Danantara, di Kebun Tj Seumantoh, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.
Aceh Tamiang — Presiden Prabowo Subiyanto menyambut tahun baru bersama pengungsi korban banjir dan longsor Sumut, setelah sebelumnya berancana lebih dahulu singgah di Aceh atau langsung ke Aceh Tengah. Rabu, 31 Desember 2025.
Namun karena cuaca dan kondisi iklim Aceh Tengah yang ada laporan terhadap getaran gempa sejak sehari sebelumnya dan lain pertimbangan, presiden memindahkan jadwal kunjungan ke Sumatera Utara. Baru pagi Kamis (1/1/2026) hari ini, Prabowo bertolak ke Aceh langsung mengecek kesiapan Huntara bagi korban banjir dan longsor Aceh Tamiang.
Luar biasa kerja tim dalam mempersiapkan Huntara Proyek yang pembangunannya dikebut sejak 24 Desember 2025, sehingga presiden dapat melihat Huntara nyaris selesai 100%.
Hadir dalam acara itu Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama timnya, langsung ikut dalam Rakor yang dipimpin oleh CEO Danantara, Rosan Roeslani.
Rosan dalam Rakor memberikan penjelasan komprehensif mengenai progres dan kelengkapan fasilitas hunian, yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Foto: Tangkapan layar.
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah membangun 600 unit hunian yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar para penghuninya secara layak.
Fasilitas yang disediakan pun terbilang lengkap.
Rosan merinci, hunian tersebut dilengkapi dengan lima unit rumah yang berbagi satu toilet dan kamar mandi, 14 dapur umum untuk kebutuhan memasak bersama, sebuah musala sebagai sarana ibadah, serta taman bermain untuk anak-anak.
Tak hanya itu, setiap unit hunian juga dipastikan nyaman dengan adanya fasilitas tempat tidur, kipas angin, hingga akses WiFi gratis untuk menunjang komunikasi dan kebutuhan digital para penghuni. Lapor Rosan, yang disambut dengan pidato Presiden Prabowo Subiyanto.
“Saya kembali ke Tamiang, salah satu kabupaten paling besar terdampak bencana tersebut,” kata Prabowo saat memimpin rapat di Aceh Tamiang, disiarkan langsung lewat YouTube Sekretariat Presiden.
Ia mendapat laporan dari Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, soal warga yang mengeluh belum dikunjungi Prabowo. Atas hal ini, Prabowo menyampaikan permohonan maaf.
“Dan saya tahu bahwa saya dapat laporan dari beberapa pihak, dari Mendagri, dari Gubernur, bahwa banyak kabupaten lain bertanya kok Presiden belum sampai. Saya minta maaf saya belum bisa ke semua titik,” ujarnya.
Prabowo menjelaskan, saat ini pihaknya memprioritaskan kunjungan ke lokasi-lokasi yang terdampak parah lebih dulu, baru kemudian menyusul lokasi lainnya.
“Saya pilih atau saya disarankan hadir di tempat-tempat yang sedang ada kegiatan penting dan walaupun semua daerah pasti mengalami kesulitan yang sangat besar,” ujar Prabowo.
“Tetapi saya sudah sampaikan ke Gubernur dan Mendagri nanti insya Allah saya coba tetap daerah-daerah yang dampaknya besar akan saya datangi,” sambungnya. [Tr].











