Dollar AS Bakal Terhempas di Selat Hormuz

Ilustrasi Selat Hormuz, bertabur Yuan.(Foto: Editan (AC 24/3).

Iran dikabarkan mempertimbangkan atau menerapkan kebijakan mewajibkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar menggunakan yuan Tiongkok, bukan dolar AS.

Kebijakan ini adalah strategi Iran untuk menghindari sanksi AS, memperkuat hubungan ekonomi dengan Tiongkok, dan menekan dominasi dolar dalam perdagangan energi global.

Poin Penting Terkait Kebijakan Ini:

Iran dilaporkan memberikan izin lewat terbatas dengan syarat utama transaksi minyak menggunakan Yuan.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap sanksi ekonomi Amerika Serikat dan untuk mengatur ulang lalu lintas tanker.

Tiongkok adalah salah satu pembeli utama minyak Iran, menjadikan penggunaan yuan lebih praktis dan strategis bagi kedua negara.

Jika diterapkan secara penuh, kebijakan ini dinilai menantang dominasi petrodollar (dolar AS) dalam perdagangan minyak internasional.

Langkah ini menunjukkan upaya intensif Iran untuk melepaskan diri dari sistem keuangan berbasis dolar AS di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Sebagaimana dikutip dari detikNews, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengancam akan menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran, jika Teheran terus memblokir kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Terbaru, Iran dikabarkan akan mengizinkan kapal tanker melintasi Selat Hormuz asal bertransaksi dengan mata uang China, yuan.

CNN juga melaporkan, seorang pejabat senior mengatakan Iran sedang mempertimbangkan mengizinkan sejumlah kecil kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz dengan syarat kargo minyak tersebut diperdagangkan dalam yuan China.

Sumber AI

Rencana Iran untuk mewajibkan penggunaan yuan China (CNY) bagi kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz membawa resiko geopolitik dan ekonomi yang signifikan, terutama dalam menantang dominasi dolar AS (USD) dalam perdagangan energi global.

Ancaman terhadap Petrodolar: Selat Hormuz adalah jalur vital bagi sekitar 20% konsumsi minyak dunia. Mengalihkan transaksi dari dolar ke yuan akan melemahkan sistem “petrodolar” yang telah lama menjadi pilar utama kekuatan ekonomi dan mata uang AS.

Pergeseran Kekuatan Ekonomi: Langkah ini memperkuat posisi yuan sebagai mata uang internasional dan memperdalam hubungan ekonomi antara Iran dan China, sekaligus merugikan posisi mata uang Barat.

Jika langkah ini berhasil maka, nilai tukar dollar akan semakin menurun. Kemungkinan lain dollar semakin tidak populer untuk digunakan dalam transaksi perdagangan Internasional, dampak jangka panjang, ini termasuk yang tidak diperhitungkan oleh Donald Trump dalam membantu Israel. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *