AS Kewalahan, Minta Bantuan China Kawal Hormuz

China Tegas Dukung Iran

Trump terlihat kecewa.

Washington — Presiden Amerika Serikat (AS) makin kewalahan setelah harus kawal selat Hormuz, tujuannya seakan menjadi panglima pengawal dalam distribusi BBM ke seluruh penjuru dunia. Iran menutup Selat Hormuz sebagai konsekuensi serangan AS dan Israel ke negara Iran, blokade Iran menunjukkan kelemahan AS.

Meski AS klaim Iran telah lumpuh, namun AS makin kewalahan dari blokade Iran. Sehingga melakukan ancam sana sini, setiap minta bantuan negara lain disusul dengan ancaman. AS meminta sekutu NATO untuk membantu Amerika membuka blokade Iran di Selat Hormuz. Jika menolak, pemimpin Amerika itu mengancam sekutu NATO dengan menyatakan mereka akan menghadapi masa depan yang sangat buruk.

Trump juga klaim sudah berbicara dengan tujuh negara, tanpa menyebutkannya. “Dalam banyak kasus, mereka adalah negara-negara NATO. Kami selalu ada untuk NATO; kami membantu mereka dengan Ukraina,” katanya.

“Akan menarik untuk melihat negara mana yang tidak akan membantu kami dengan upaya yang sangat kecil untuk menjaga Selat [Hormuz] tetap terbuka,” ujarnya.

Ketika ditanya negara mana yang telah menawarkan bantuan, Trump mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakannya dan bahwa AS telah mendapat beberapa tanggapan positif.

Respon China

Trump pun telah bicara dengan pihak China, tapi secara politis Cina diam seribu bahasa. Pengamat bilang, “Cina menganggap itu masalahmu”. Dan hingga sekarang China sama sekali, belum memberi tanggapan resmi atas permintaan bantuan AS untuk membuka blokade Iran terhadap Selat Hormuz.

Berbagai pihak menganggap, China mampu kelola dunia tanpa harus bersama AS yang cenderung arogan dan suka mengancam. Pada saatnya, hal ini akan terungkap dan AS semakin kehilangan peran, berakhir dengan ancaman ke berbagai negara.

Sumber lain (AI), menyebutkan:

Berdasarkan laporan Maret 2026, China merespons permintaan AS untuk membuka blokade Iran dengan menegaskan dukungan kepada Iran, bahkan membantu membentengi Selat Hormuz dari operasi AS-Israel. Beijing menyerukan penghentian aksi militer, mendesak dialog, dan bernegosiasi agar kapal-kapalnya tetap bisa melintas aman.

Respon dan Aksi Utama China:

Dukungan Terbuka ke Iran: Beijing (melalui Juru Bicara Kemlu Mao Ning) menyatakan keterlibatannya dalam mendukung Iran menghadapi konfrontasi dengan AS di Selat Hormuz.

Seruan Penghentian Perang: Menlu China Wang Yi mendesak penghentian segera aksi militer, menekankan bahwa perang tidak menguntungkan siapa pun, dan kedaulatan negara regional harus dihormati.

Tembus Blokade: China bernegosiasi untuk memastikan pasokan minyak aman, dengan kapal-kapal tanker berbendera China tetap beroperasi di tengah penutupan selat.

Diplomasi: Meski mendukung Iran, China tetap menyerukan jalur diplomatik untuk meredakan situasi.

Tindakan ini menunjukkan posisi China yang berpihak pada Iran sebagai mitra strategis, sekaligus berusaha mengamankan kepentingan energi nasionalnya. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *