Berdasarkan Survei Indomatrix, Muhammad Nazar Dominasi Elektabilitas Bacagub Aceh

Berada di Urutan Pertama dengan Tingkat Elektabilitas Sebesar 55,24 persen

Muhammad Nazar, Intelektual Muda yang pernah menjabat Wakil Gubernur Aceh Periode 2007 – 2012, mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh Periode 2025 – 2030 (Foto: Repro)

Muhammad Nazar, S.Ag., alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan pendiri Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) tahun 1999, saat ini mendominasi survei elektabilitas bakal calon gubernur (Bacagub) Aceh periode 2025-2030. Hasil tersebut diumumkan oleh Direktur Eksekutif Indomatrik, Husin Yazid, pada hari Ahad, 21 Juli 2024. Survei itu mengungkapkan preferensi politik masyarakat Aceh yang dilakukan di 23 kabupaten/kota pada periode 28 Juni hingga 3 Juli 2024 dengan margin of error sekitar 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dengan jumlah responden sebanyak 880 orang dari seluruh Aceh, survei tersebut memperlihatkan kecenderungan politik masyarakat menjelang pemilihan gubernur Aceh yang akan diadakan pada 27 November 2024 mendatang. “Survei ini dilakukan secara random di 91 kecamatan, 182 kelurahan/desa, dan 384 kampung,” jelas Husin Yazid, menambahkan bahwa responden adalah warga berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan terdaftar sebagai pemilih.

Di antara sembilan nama yang sering dibicarakan masyarakat, ada lima nama yang sangat menonjol di mata publik. H.M. Nazar berada di urutan pertama dengan tingkat elektabilitas sebesar 55,24 persen. Disusul oleh Muzakir Manaf atau Mualem (39,24 persen), Haji Uma (32,45 persen), H. Ruslan Daud (12,45 persen), dan Nasir Jamil (11,78 persen). “Lima sosok Bacagub inilah yang bersaing ketat di Pilgub Aceh 2024 mendatang dan berpeluang untuk memenangkan pertarungan,” tambah Husin.

Keunggulan Muhammad Nazar dalam survei itu menunjukkan bahwa masyarakat Aceh masih memiliki ketertarikan besar pada tokoh-tokoh yang memiliki latar belakang aktivis dan berpengalaman di bidang politik. Nazar yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, memiliki rekam jejak yang kuat di mata publik. Husin Yazid menjelaskan bahwa survei tersebut juga menyoroti korelasi antara tingkat keterkenalan dan kesukaan publik terhadap para Bacagub.

Husin menekankan pentingnya survei itu sebagai survei awal untuk melihat kecenderungan politik masyarakat. “Survei ini memberikan gambaran awal tentang siapa yang berpotensi kuat dalam pemilihan gubernur Aceh mendatang. Hal ini juga dapat membantu partai politik dan calon independen untuk merencanakan strategi kampanye mereka,” jelasnya.

Muhammad Nazar yang merakyat, kerap berdiskusi dengan para simpatisan di posko pemenangannya di Gampong Doy, Banda Aceh (Foto: Ist)

Lebih lanjut, Husin mengungkapkan bahwa tingkat kesukaan terhadap para Bacagub juga dipengaruhi oleh instrumen kesukaan yang diukur dalam survei tersebut. Tingginya tingkat keterkenalan secara signifikan mempengaruhi tingkat kesukaan publik terhadap Bacagub. Ini menunjukkan bahwa popularitas menjadi faktor kunci dalam menentukan pilihan masyarakat.

Di sisi lain, mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan mantan Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017, Muzakir Manaf, atau lebih dikenal sebagai Mualem, juga menunjukkan performa kuat dalam survei itu dengan menempati urutan kedua. Popularitas Mualem sebagai mantan pemimpin GAM dan pengalamannya di pemerintahan memberikan daya tarik tersendiri bagi pemilih Aceh.

Haji Uma, seorang seniman dan politisi yang kini menjadi anggota DPD RI, menempati urutan ketiga dalam survei dengan tingkat elektabilitas 32,45 persen. Haji Uma dikenal sebagai tokoh yang dekat dengan masyarakat melalui karya-karyanya di dunia seni dan politik.

Keberhasilan Muhammad Nazar dalam mendominasi survei awal tersebut membuka peluang besar baginya untuk meraih dukungan luas dalam Pilgub Aceh 2024. Dengan latar belakang sebagai aktivis gerakan sipil dan politisi, Nazar mampu menarik perhatian pemilih yang menginginkan perubahan dan keberlanjutan pembangunan di Aceh. Masyarakat Aceh kini menanti perkembangan lebih lanjut menjelang pemilihan gubernur yang akan datang. (zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *