Brasil Produsen Kopi Terbesar di Dunia.

Acehconnect.com | Banda Aceh. — Harga kopi dunia dipengaruhi oleh situasi cuaca di Brazil, dampak dari hasil produksi Brazil yang semakin menurun menyebabkan harga kopi dunia meningkat. Harga kopi tercatat naik secara moderat, arabika bahkan naik ke level tertinggi dalam 3 minggu terakhir. Hal tersebut disebabkan oleh curah hujan di Brazil yang mempengaruhi stok hasil produksi negara penghasil kopi terbesar dunia tersebut.

Salah satu badan meteorologi Brazil, Somar Meteorologia melaporkan bahwa pada hari Senin wilayah Minas Gerais di Brazil memiliki curah hujan 29,4 mm dalam seminggu terakhir atau 50 persen dari rata-rata historis. Minas Gerais sendiri merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di Brazil yang menyumbang sekitar 30 persen tanaman kopi arabika Brazil.

Tak hanya Brazil, Vietnam juga mempegaruhi harga kopi dengan aktivitas ekspor mereka bulan lalu. Kantor Statistik Umum Vietnam melaporan bahwa ekspor kopi Vietnam sejak bulan Februari turun sebanyak 20 persen.

Meski cuaca kering yang melanda, Brazil harus mengekspor kopi yang lebih besar dan hal tersebut berdampak buruk terhadap harga. Dikutip dari berbagai sumber, Minggu 15 Desember 2024.

Harga kopi terus mengalami peningkatan. Sebagai komoditas kedua yang paling banyak diperdagangkan berdasarkan volume setelah minyak mentah, harga kopi bahkan mencapai level tertinggi dalam hampir 50 tahun.

Kopi jenis arabika pada pengiriman Maret mencapai level tertinggi intraday baru sebesar 348,35 sen per pon pada Selasa. Ini merupakan level tertinggi dalam hampir 50 tahun.

Kopi jenis Arabika menguasai 60% hingga 70% pasar kopi global. Terakhir kali harga biji Arabika diperdagangkan setinggi itu adalah pada tahun 1977, tepatnya ketika salju menghancurkan sebagian besar perkebunan kopi di Brasil.

Sementara itu, harga Robusta juga naik ke rekor tertinggi baru pada akhir November. Biji kopi yang dikenal dengan rasa kuat dan pahit ini biasanya digunakan dalam campuran kopi instan.

Kekeringan dan suhu tinggi, serta ketergantungan global pada pasokan dari wilayah yang relatif sedikit, dianggap sebagai penyebab utama kenaikan harga biji kopi baru-baru ini. Kenaikan harga kopi juga terjadi di tengah kekhawatiran mengenai panen tahun 2025 di Brasil, yang sejauh ini merupakan produsen kopi terbesar di dunia.

“Negara ini mengalami kekeringan terburuk dalam 70 tahun terakhir pada bulan Agustus dan September, diikuti oleh hujan lebat pada bulan Oktober, meningkatkan kekhawatiran bahwa panen berbunga bisa gagal,” kata Kepala Strategi Komoditas di Saxo Bank Denmark Ole Hansen dilansir CNBC Indonesia. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *