Banda Aceh – Gedung DPRA sempat gemericik sesama para anggota DPRA yang hadir, saat Wakil Ketua DPRA Ali Basrah membacakan perubahan susunan Badan Anggaran DPRA Aceh dalam rapat paripurna di Gedung DPRA, Rabu (20/5/2026).
Publik pun memberi perhatian lebih pada Bunda Salma, berkembang isu sempat dijagokan sebagai pengganti Abang Samalanga (Zulfadli) sebagai Ketua DPRA. Sementara ini, dalam perubahan yang baru saja dibacakan, Bunda Salma dan Haji Maop resmi masuk Banggar menggantikan Pon Yaya dan Abu Heri.
Susunan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024–2029 resmi mengalami perubahan, dengan masuknya Salmawati, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang lebih dikenal masyarakat dengan sapaan Bunda Salma, itu.
Dalam penyampaiannya, Ali Basrah menjelaskan bahwa perubahan komposisi Banggar DPRA dilakukan berdasarkan surat resmi Fraksi Partai Aceh Nomor 04/F/PA/4/2026 tentang perubahan alat kelengkapan dewan dari Fraksi Partai Aceh pada Badan Anggaran DPRA periode 2024–2029.
“Yang semula ditempati oleh saudara Saiful Bahri (Pon Yaya) dan saudara T. Heri Suhadi atau Abu Heri, digantikan oleh saudari Salmawati dan saudara Azhari M. Nur atau Haji Maop pada susunan Badan Anggaran DPRA Aceh periode 2024–2029,” ujar Ali Basrah saat memimpin rapat.
Masuknya Salmawati ke dalam Banggar DPRA langsung menjadi sorotan publik dan perbincangan politik di Aceh. Sebab, Banggar merupakan salah satu alat kelengkapan dewan yang memiliki posisi sangat strategis dalam menentukan arah pembahasan anggaran daerah, termasuk pembahasan APBA dan berbagai program prioritas Pemerintah Aceh. [*].











