Hery Herman Saputra, S.kom.
Aceh Connect | Lhokseumawe — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe, Hery Herman Saputra, S.kom, menyampaikan apresiasi sekaligus keprihatinannya terhadap maraknya aksi sosial dan penggalangan dana masyarakat pasca banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Fenomena ini menunjukkan tingginya solidaritas publik, namun tetap membutuhkan pengawasan dan pendataan yang ketat untuk menjaga akuntabilitas dan keamanan kegiatan.
Menurut Hery, berbagai komunitas, organisasi pemuda, lembaga keagamaan, hingga relawan independen terlihat aktif turun ke jalan menggalang donasi bagi korban banjir. Ia menilai inisiatif tersebut sebagai bentuk solidaritas yang patut dihargai.
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat. Aksi-aksi kemanusiaan ini adalah bukti bahwa rasa gotong royong masih sangat kuat di Aceh, khususnya di Lhokseumawe,” ujar Hery dalam keterangannya.
Namun demikian, Hery mengingatkan bahwa pengumpulan dana publik harus tetap berada dalam koridor hukum dan terkoordinasi secara resmi. Ia meminta Dinas Sosial Kota Lhokseumawe untuk bergerak cepat melakukan pendataan terhadap kelompok atau pihak mana pun yang melakukan kegiatan tersebut.
“Dinas Sosial perlu segera melakukan pendataan dan langkah pencegahan. Ini bukan untuk membatasi aksi sosial, tetapi untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan, terutama terkait transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan,” tegas Hery.
Ia menambahkan bahwa regulasi pengumpulan dana publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Pengumpulan Uang atau Barang (PUB) serta Permensos Nomor 8 Tahun 2021, sehingga pendataan dan pengawasan menjadi langkah penting dalam memastikan setiap donasi tersalurkan tepat sasaran.
Di akhir pernyataan, Heri menegaskan bahwa pengawasan bukanlah upaya mengekang kegiatan kemanusiaan, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memastikan seluruh bantuan masyarakat benar-benar sampai kepada korban bencana.
“Kita mendukung penuh semua aksi kebaikan, namun harus tetap terkoordinasi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tutup Hery. [Zul].











