D’Royal Coffee Space Salurkan Bantuan Hingga ke Titik Terpencil

Dok. AC | Zul.

Aceh Connect | Aceh Utara – Upaya kemanusiaan terus mengalir bagi korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara. Pengusaha D’Royal Coffee Space Kota Lhokseumawe, Edi Faisal, turun langsung menyalurkan bantuan ke berbagai titik terdampak, termasuk lokasi pengungsian yang sulit dijangkau.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, telur ayam, minyak goreng, mi instan, Pop Mie, pakaian layak pakai, air mineral, hingga biskuit. Seluruh bantuan diberikan langsung kepada warga yang mengalami dampak signifikan akibat banjir besar. Saat ditemui di area pengungsian Alur Leuhop, Edi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi para pengungsi, banyak di antaranya berasal dari Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, yang kehilangan rumah serta harta benda.

Usai penyaluran di Alur Leuhop, Edi bersama tim bergerak menuju Camp Bukit Linteung. Informasi lapangan menyebutkan masih terdapat dua titik pengungsian di kawasan perbukitan yang sangat membutuhkan pasokan logistik. Akses menuju lokasi baru dapat dilalui pada Minggu pagi, 7 Desember 2025, setelah tertutup lumpur hampir setinggi satu meter yang sebelumnya menghambat masuknya alat berat.

Setibanya di Desa Rumoh Rayeuk, tim mendapatkan informasi bahwa titik pengungsian berada di puncak bukit. Dengan kondisi medan yang licin dan berlumpur, rombongan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer, sambil membawa sebagian logistik secara manual.

Meski jalur mengalami kerusakan parah, suasana gelap mulai menyelimuti, dan kendaraan roda empat tak dapat melintas, tim tetap melanjutkan pendistribusian dengan penuh semangat. Relawan dan tim harus mengangkut bantuan langsung hingga ke titik tertinggi perbukitan tempat warga bertahan seadanya.

Kondisi di lapangan menunjukkan betapa beratnya situasi para pengungsi yang memilih berada di dataran tinggi demi keselamatan. Aksi kemanusiaan yang dilakukan D’Royal Coffee Space menjadi bukti nyata bahwa solidaritas masyarakat tetap hidup dan menjadi harapan bagi warga yang masih menanti uluran tangan di tengah bencana. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *