Gibran Tidak Dianggap Oleh Rakyat dan Sering Menghindar dari Wartawan?

Wajah Gibran Seperti Beban Menghadapi Wartawan.

ACEH CONNECT | BANDA ACEH — Bermacam penilaian muncul setelah Gibran 1 tahun mendampingi Presiden Prabowo Subiyanto, apalagi setelah adanya isu ijazah palsu. Gibran telah dianggap hanya menjadi beban politik bagi Prabowo Subiyanto, orang tuanya (Jokowi) harus bolak balik menemui presiden. Dikutip dari berbagai sumber oleh media ini, Sabtu 25 Oktober 2025.

Bahkan berbagai media menyebutnya sering kabur dari pertanyaan wartawan, sehingga publik curiga wapres tidak sekolah dan terlalu bodoh. Sebagaimana yang dilansir detiksatu.com, beberapa waktu lalu. Kehadiran Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming di acara publik maupun ketika melakukan kunjungan kerja umumnya akan diikuti oleh para wartawan yang berusaha mewawancarai putra sulung Jokowi tersebut.

Namun, Gibran Rakabuming dinilai terlalu sering kabur dari pertanyaan wartawan, sehingga membuat publik mempertanyakan sikapnya. Dalam salah satu jejak digital, Gibran Rakabuming bahkan melengos saat dihampiri awak media ketika meninjau sejumlah proyek dalam kunjungan kerja Di seluruh Indonesia.

Hal ini menarik perhatian warganet dan curiga jika Gibran Rakabuming takut tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Begitu juga yang dilansir SURYAMALANG.COM, Beda jauh hasil survei tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Presiden Prabowo Subianto dengan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka mendapatkan analisis kritis dari pengamat.

Dengan angka hasil survei yang jomplang, pengamat menyebut Gibran seolah tidak dianggap oleh rakyat sebab terjadi perang pengaruh di pemerintahan. Adapun hasil survei dilakukan setelah pemerintahan Prabowo-Gibran sudah genap setahun pada Senin (20/10/2025) lalu.

Salah satu lembaga survei dan riset politik, Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei Evaluasi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran pada Selasa (21/10/2025) lalu. Dalam survei tersebut disebutkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Prabowo mencapai 67 persen (51 persen Sangat Puas, 16 persen Puas).

Sementara, kinerja Gibran Rakabuming Raka hanya meraup kepuasan publik 29 persen (2 persen Sangat Puas, 27 persen Puas).

Terkait hasil survei tersebut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, Gibran menjadi beban politik bagi Prabowo.

Penyebabnya, kepercayaan publik terhadap Gibran turut memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintahan yang dipimpin Prabowo saat ini.

Bahkan, menurut Dedi, Gibran terkesan sebagai wakil presiden yang tidak dianggap oleh rakyat.

“Secara politis, saya kira iya (Prabowo terbebani dengan Gibran),” kata Dedi dalam tayangan YouTube Forum Keadilan, Kamis (23/10/2025).

“Apalagi kan sistem pengelolaan pemerintahan kita berdasarkan sistem demokrasi,” imbuhnya.

“Artinya, pemerintah itu perlu kepercayaan publik supaya kebijakan-kebijakan yang dihasilkan itu mendapat dukungan,” kata Dedi lagi.

“Kalau publik sudah mendukung kebijakan pemerintah, implementasi untuk suatu program bagus atau tidak, itu akan lebih dominan dibandingkan ketika penolakannya besar, program kerja apa pun akan mendapatkan penolakan dan itu pasti akan bermasalah,” tuturnya.

“Jadi, ini semacam ada peperangan pengaruh, bahwa di satu sisi Gibran adalah wakil presiden, tapi kesannya memang tidak dianggap oleh rakyatnya,” sebut Dedi. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *