Foto: Ilustrasi harga emas dunia.
Banda Aceh — Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Senin (12/1/2026). Di awal sesi perdagangan, harga emas di bursa berjangka Comex menembus level USD 4.601 per troy ounce, didorong meningkatnya permintaan investor terhadap aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Kenaikan harga emas dipengaruhi oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat. Spekulasi tersebut menguat setelah rilis data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan dibandingkan perkiraan. Selain itu, kondisi geopolitik yang masih bergejolak di sejumlah kawasan dunia serta melemahnya nilai tukar dolar AS turut mendorong penguatan harga emas. Dikutip dari berbagai sumber, Selasa 13 Januari 2026.
Dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp 16.850 per dolar AS, harga emas dunia USD 4.601 per ons setara dengan sekitar Rp 77,5 juta per troy ounce di pasar domestik Indonesia. Secara perhitungan, nilai tersebut berkisar Rp 2,49 juta per gram.
Di Aceh, yang masih menggunakan satuan tradisional mayam (sekitar 3,33 gram), harga emas dunia tersebut diperkirakan setara dengan Rp 8,3 juta per mayam. Angka ini bersifat estimasi dan dapat berubah mengikuti fluktuasi kurs rupiah serta kondisi pasar lokal.
Kenaikan harga emas global tersebut turut berdampak pada pasar dalam negeri. Harga emas batangan yang diperdagangkan secara resmi di Indonesia, termasuk produk Logam Mulia Antam, menunjukkan tren penguatan seiring lonjakan harga dunia. Kondisi ini menegaskan kuatnya keterkaitan antara pergerakan harga emas global dan harga emas di pasar domestik, termasuk di daerah seperti Aceh. [Must].











