Hari Ini Danantara Diluncurkan

Skandal 1MDB di Malaysia bermula dari lemahnya pengawasan, kurangnya transparansi, dan konflik kepentingan. Kisah yang sama dikhawatirkan akan membayangi Danantara.

Aceh Connect | Banda Aceh. — Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan sisa anggaran sebesar US$20 miliar atau sekitar Rp325 triliun dari penghematan anggaran akan digelontorkan ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau disingkat BPI Danantara.

“[Hasil efisiensi sebesar US$20 miliar] ini akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan,” ujar Prabowo seperti dilansir Kompas.com pada Sabtu (15/02).

Pernyataan Prabowo dilontarkan dua minggu setelah Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah disahkan jadi undang-undang.

Presiden Prabowo Subianto ketika menjamu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Jakarta pada 6 November 2024. Badan investasi Danantara disebut-disebut terinspirasi Temasek Singapura.

Pembentukan BPI Danantara “dalam rangka meningkatkan tata kelola BUMN agar lebih optimal” untuk “mendukung pertumbuhan ekonomi nasional” menjadi salah satu poin yang diatur dalam undang-undang tersebut.

Danantara rencananya akan diluncurkan pada 24 Februari 2025 (hari ini).

Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan Danantara merupakan “visi Presiden untuk memastikan BUMN melakukan terobosan, tidak bergantung pada anggaran negara”.

“Danantara akan mengonsolidasikan semua aset dan investasi BUMN ke depan,” ujar Erick seperti dilansir Tempo pada Minggu (16/02).

Danantara bertujuan untuk menghasilkan pendapatan tambahan untuk membiayai pembangunan nasional dan mengurangi ketergantungan pada APBN.

Danantara disebut-sebut mengambil model dari pengelolaan investasi yang diterapkan Temasek Holdings di Singapura dan Khazanah Nasional Berhad milik pemerintah Malaysia.

Aceh Connect mencoba menelusuri rencana peluncuran Danantara, seperti dikutip dari Tempo (24/2).

Danantara Diluncurkan Prabowo hari ini, Ekonom : Harus Transparan karena Tikus Suka Gelap.

Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan Danantara hari ini. Diharapkan bisa menjalankan transparansi dan diawasi publik.

Ekonom dari Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menanggapi peresmian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Wija mengatakan, membangun good corporate governance terbaik di Danantara adalah satu-satunya jalan untuk mengantisipasi ekosistem usaha yang buruk dan menghindari penyalahgunaan.

Menurut dia, mekanisme good corporate governance secara eksternal dan internal harus dimaksimalkan. Mekanisme eksternal, ia menjelaskan, dibangun dengan mengedepankan transparansi termasuk dalam pemilihan sosok-sosok kunci, penyusunan regulasi, dan pengambilan keputusan strategis.

“Biarkan rakyat, media, dan civil society ikut mengawasi.

Para tikus suka kegelapan, maka ciptakan terang,” ujar Wija melalui pesan singkat pada Senin, 24 Februari 2025. [].

 

Sumber BBC Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *