Ironi Pejabat Kaget Harga Impor Cina Lebih Murah

Ermami, Pengamat Ekonomi.

Aceh Connect | Lhokseumawe – Pernyataan sejumlah pejabat pusat yang mengaku kaget karena harga barang impor Cina lebih murah daripada produk lokal menuai kritik. Pengamat ekonomi lokal Ermami menilai reaksi tersebut menunjukkan lemahnya pemahaman pemerintah terhadap kondisi pasar yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Ermami menyebut murahnya produk Cina disebabkan oleh skala produksi besar, efisiensi logistik, teknologi manufaktur maju, dan ketersediaan bahan baku dalam negeri Cina. Sementara di Indonesia, biaya logistik dan energi masih tinggi, membuat industri lokal kalah bersaing.

“Ini ironi. Pelaku usaha sudah lama merasakan tekanan barang impor, tapi pejabat baru sadar sekarang. Itu menunjukkan lemahnya pemantauan ekonomi nasional,” ujar Ermami

Ia mengingatkan bahwa jika pemerintah tidak memperbaiki struktur industri, perizinan, dan ongkos produksi, maka Indonesia akan terus menjadi pasar bagi barang murah impor. Menurutnya, reaksi kaget pejabat justru menegaskan adanya masalah serius dalam strategi pembangunan industri nasional.

Hal yang senada diungkap beberapa warga Aceh: “Aceh negeri syariat namun dibanjiri barang-barang luar, yang belum tentu bahan baku berasal dari produk halal, apalagi sumber impor dari negeri Cina.” Ungkap berbagai sumber, kepada awak media pada waktu yang sama. [Zul].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *