Foto: ist, Dok. Zulfikar.
ACEH CONNECT — Rumoh Rayeuk, Langkahan — Di tengah getirnya musibah banjir besar yang menyapu rumah-rumah warga, merendam harta benda, dan memutus pasokan logistik, ada satu pemandangan yang menggugah hati di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Saat air bah masih menggenangi halaman dan lumpur menutupi sisa-sisa kediaman, seorang warga terlihat tetap berdiri teguh dengan hati yang tak larut oleh bencana. Dengan alas seadanya dan pakaian yang hanya tersisa di badan—satu-satunya yang tidak terbawa arus—ia menunaikan salat Asar di depan rumahnya yang telah tersapu banjir.
Rumah ibadah di desa itu pun ikut hancur, namun reruntuhan masjid tidak mampu meruntuhkan keyakinan. Dalam kepungan air, bau lumpur, dan kepedihan kehilangan, ia tetap bersujud, memohon kekuatan dan keselamatan bagi keluarganya dan seluruh warga desa.
Di tengah kondisi desa yang kini kekurangan logistik, akses yang terputus, dan warga yang masih bertahan di titik-titik pengungsian, pemandangan itu menjadi simbol ketabahan bahwa meski bencana merenggut harta, ia tidak mampu merenggut iman.
Pemandangan tersebut menyentuh banyak relawan yang datang menyalurkan bantuan, menjadi pengingat bahwa kekuatan masyarakat Rumoh Rayeuk tidak hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada hati yang tetap teguh menghadapi ujian.
Penulis : Zulfikar, Wartawan Aceh Connect.











