Dok. D’Royal Coffee Space.
Aceh Connect | Lhokseumawe – Tim relawan D’Royal Coffee Space Lhokseumawe menempuh perjalanan berat melewati banjir, kubangan lumpur, serta medan terjal perbukitan Bukit Linteung demi menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Perjalanan ini tidak hanya menjadi misi logistik, tetapi juga menggambarkan kondisi kemanusiaan yang semakin mendesak di wilayah tersebut.
Sesampainya di puncak bukit, relawan menemukan puluhan kepala keluarga bertahan dalam tenda darurat yang rapuh dan diterpa angin malam. Minimnya kelambu, tenda besar yang layak, genset beserta BBM, serta terbatasnya akses air bersih membuat para pengungsi berada dalam situasi yang sangat rentan.
“Nyamuknya luar biasa banyak. Tanpa kelambu dan tenda yang layak, anak-anak hampir tidak bisa tidur,” ujar Adi Dharma, salah satu relawan yang ikut mengangkut logistik menuju lokasi.
Hal senada disampaikan Edi Faisal dan Noval, Owner D’Royal Coffee Space, yang turun langsung ke Bukit Linteung. Mereka menilai kondisi malam di kawasan pengungsian sangat rawan bagi kesehatan warga.
“Kondisi malam di sini sangat berat. Jika hujan turun lagi, penderitaan warga akan semakin bertambah. Risiko penyakit juga meningkat karena segala kebutuhan serba terbatas,” kata Noval.
Para pengungsi, yang merupakan korban banjir besar, kini hidup dalam ketidakpastian setelah rumah dan harta benda hanyut terbawa arus. Relawan menegaskan bahwa kebutuhan darurat seperti tenda besar, kelambu, genset, dan air bersih harus segera dipenuhi untuk menjaga keselamatan warga.
Kehadiran relawan D’Royal Coffee Space membuktikan bahwa masyarakat tidak berdiri sendiri dalam menghadapi bencana. Namun bantuan lanjutan sangat dibutuhkan, sebab malam di Bukit Linteung masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan para pengungsi. [Zul].











