Warga Minta Pengawasan Harga Barang Diperketat Paska Edaran Walikota

Saryulis, foto: ist

ACEH CONNECT – Sejumlah pihak menanggapi diterbitkannya Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor 300.2.1/2459/2025 tentang larangan menaikkan harga barang secara tidak wajar serta menahan stok selama masa tanggap darurat banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah kota tersebut.

Pemerhati konsumen, Saryulis, menilai kebijakan itu tepat namun menekankan pentingnya langkah lanjutan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa setiap terjadi bencana, kelangkaan barang dan kenaikan harga sering muncul di beberapa titik pasar.

“Surat edaran itu baik, tapi tidak cukup tanpa pengawasan. Pemerintah harus turun langsung, terutama ke distributor besar yang rawan memainkan pasokan,” ujarnya, Sabtu (29/11). Ia menambahkan masyarakat membutuhkan jaminan harga tetap stabil di tengah akses distribusi yang terganggu akibat banjir.

Sementara itu, Rasyidin, pedagang sayur di Pasar Inpres Lhokseumawe, menyambut baik imbauan tersebut namun mengakui kondisi pasokan masih terkendala. Menurutnya, pasokan dari luar daerah beberapa hari terakhir terlambat masuk lantaran sejumlah ruas jalan terputus.

“Kami sebagai pedagang mendukung aturan ini, tapi kondisi barang di lapangan memang sulit. Kadang harga dari agen sudah naik karena distribusi terhambat,” katanya. Meski begitu, ia memastikan tetap berupaya menjaga harga agar tidak membebani warga yang juga terdampak banjir.

Tanggapan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah kota memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok selama status tanggap darurat masih berlaku di Lhokseumawe. [Must].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *