Mengawal Migas Aceh dari Upaya Pembegalan

ACEH CONNECT | BANDA ACEH — Baru saja masyarakat Aceh menyambut gembira kedatangan Gubernur Aceh, yang baru saja pulang merebut kembali 4 Pulau yang tiba-tiba dialihkan sepihak oleh Tito Karnavian ke Sumatera Utara. Rabu sore jelang asar, di Bandara SIM Aceh Besar 18 Juni 2025.

Sesaat setelah itu jelang magrib, Yara Provinsi Aceh, menggelar konferensi pers di Warkop Sanusi Kota Banda Aceh, yang isinya hampir mirip. Hanya saja Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrap disapa Mualem, berhasil merebut pembegalan pulau milik Aceh. Yara menuding sedang berlangsung lagi pembegalan bagi Aceh, kali ini yang dibegal adalah Migas. Kata Syafaruddin Ketua Yara Aceh, Rabu (18/6).

Yara menjelaskan setelah BPMA terbentuk seharusnya, tidak ada lagi kegiatan kontrak yang dilaksanakan SKK Migas. Karena semua kegiatan hak dan kewajiban yang berkaitan Migas Aceh, dilaksanakan sepenuhnya oleh BPMA. Namun kenyataannya, ada blok migas di Kuala Simpang Barat, Kuala Simpang Timur dan Rantau Perlak, yang dikelola Pertamina dan masih berkontrak dengan SKK Migas.

Akibatnya penerimaan bagi hasil migas bagi Aceh tidak dapat diakses secara terbuka, karena rentang birokrasi yang sangat panjang. Yara hanya bisa menghitung secara asumsi selama 10 tahun sejak 2015 bahwa, penerimaan pendapatan bagi Aceh berkisar 4,7 triliun. Asumsi ini merujuk pada, keterangan Fiel Manager Pertamina EP Rantau Field. Tulis Yara dalam siaran persnya.

Berbagai proses hukum dan gugatan telah dilakukan oleh berbagai pihak, namun hingga saat ini Kementerian ESDM tidak menindaklanjuti lagi proses pengalihan tersebut. Blok Migas di Aceh Tamiang dan Aceh Timur, masih tetap dalam pengelolaan PT Pertamina EP dan SKK Migas.

Yara menilai, perbuatan mendiamkan proses alih kelola Migas Aceh sebagaimana perintah UUPA dan PP 23 tahun 2015 menyerupai upaya pembegalan hasil migas Aceh. Sebagaimana upaya pembegalan 4 Pulau, yang telah diselesaikan dengan bijak oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Tutupnya.

Media ini berusaha menghubungi BPMA untuk menambah keyakinan dan asumsi YARA, akan adanya upaya Kementerian ESDM dalam melakukan pembegalan tersebut. Humas BPMA Adi Yusfan, tidak menjawab konfirmasi redaksi Aceh Connect, malah meminta untuk menghubungi Manager Media BPMA Saivannur. Kamis, (19/6). [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *