Aceh Timur Ikut Suarakan Kemerdekaan Palestina Bersama Dunia

ACEH CONNECT | ACEH TIMUR — Gema dan kumandang Palestina Merdeka disuarakan di seluruh dunia, tidak terkecuali daerah seperti kabupaten. Semua berdoa agar Palestina segera terlepas dari tindakan biadab yang menyengsarakan warga Palestina, sebaliknya semua berharap Merdeka layak segera dinikmati oleh warga Palestina

Di Aceh, kabupaten Aceh Timur memanggil solidaritas menyemarakkan Gema Shalawat Akbar. Aceh Timur For Palestina “Gema Shalawat Akbar Untuk Solidaritas Kemerdekaan Palestina” di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur. Sebagaimana dilansir Patroli KpkNews.com dikutip Aceh Connect, Selasa 23 September 2025.

Gema Shalawat Akbar solidaritas untuk kemerdekaan Palestina tersebut akan dilaksanakan pada Jum’at, 26 September 2025, dimulai dengan pawai dari dua arah berbeda baik dari arah timur dan barat Aceh Timur. Hal tersebut disampaikan oleh ketua pelaksana kegiatan, Masri, Sp kepada awak media, Senin 22 September 2025.

“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh Timur, tidak terkecuali, baik dari unsur warga, ASN, santri, cendikiawan, kegiatan kita ini murni untuk solidaritas terhadap kemerdekaan Negara dan Rakyat Palestina,” ujar Masri.

Aceh Timur for Palestina Solidaritas untuk Kemenangan Palestina dimulai dengan pawai dari berbagai Gampong dan Kecamatan di Aceh Timur, adapun acara puncak pada pukul 16.00 WIB dengan gema Shalawat dan tausiah dari Tgk. Nasruddin Jeunieb.

Dari Sekretariat Kepresidenan RI juga diperoleh informasi bahwa, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri High-Level International Conference for the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of the Two-State Solution atau Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara yang digelar di Gedung Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada Senin (22/09/2025).

Konferensi yang dipimpin bersama oleh Prancis dan Arab Saudi ini menjadi salah satu forum penting bagi komunitas internasional untuk meneguhkan kembali komitmen global terhadap solusi dua negara, sekaligus menggalang dukungan nyata bagi implementasinya. Indonesia hadir dengan peran sentral sebagai salah satu anggota core group yang mengawal proses perdamaian tersebut.

Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam forum ini bukan sekadar kehadiran formal. Kehadiran Presiden Prabowo di ruang sidang Majelis Umum PBB menegaskan posisi Indonesia yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan dan pengakuan terhadap Negara Palestina. Dengan dukungan internasional yang luas, posisi Palestina diharapkan semakin kuat dalam memperjuangkan perdamaian yang adil, bermartabat, dan sesuai dengan prinsip hukum internasional.

Konferensi dibuka dengan pidato dari lima tokoh, yakni Presiden Prancis Emmanuel Macron, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden SMU PBB ke-80 Annalena Baerbock, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyampaikan pidato secara langsung dari Palestina melalui video.

Presiden Prabowo mendapat kesempatan berbicara pada urutan ke-5 dari total 33 negara dan organisasi internasional yang diundang memberikan pandangan. Kepala Negara menyampaikan pernyataannya setelah Yordania, Turkiye, Brasil, dan Portugal.

Jumlah pembicara dalam forum ini dibatasi hingga 33, dengan prioritas diberikan kepada negara-negara core group yang memiliki peran krusial dalam mengawal proses implementasi solusi dua negara, termasuk Indonesia. Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di antara para pemimpin dunia mencerminkan tekad Indonesia untuk terus mengawal isu Palestina hingga terwujud solusi yang damai, permanen, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Palestina.

Para Pemimpin Dunia juga menegaskan dukungan bagi implementasi penuh New York Declaration menuju terwujudnya Two-State Solution. Sebagai anggota Core Group, Indonesia berperan penting dalam penyusunan dokumen yang telah disahkan oleh Majelis Umum PBB ini

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam konferensi tersebut adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *