Armada Nyamuk Iran Kacaukan Pasukan AS

Kondisi terkini harapan dunia, berdamai itu lebih penting dan perang AS Iran segera dihentikan.

Donald Trump klaim semua kekuatan laut Iran sudah lenyap, yang ada cuma perahu-perahu kecil mengacaukan perairan. Bagi Iran, suka bikin AS jadi alat bermain mereka. Perahu-perahu kecil ini datang bergerombol memencar, menyerang armada laut AS, pergi bersembunyi dimana mereka suka untuk kembali menyerang lagi.

Perahu ini khusus dirancang Iran pada serangan laut yang relatif sempit, mudah memanuver serta berbalik arah yang itu tidak mungkin dapat dilakukan armada laut AS. Iran telah berfikir sejauh ini sadar akan propaganda AS, kini penantian itu tiba untuk dipermainkan.

Armada perahu serang yang kecil dan cepat ini dibentuk oleh militer Iran pada 1980-an selama Perang Iran-Irak.

Meskipun hanya dua negara yang berperang, pertempuran meluas ke Teluk Persia selama “Perang Tanker” pada 1980-an. Amerika Serikat yang ingin melindungi pengiriman minyak terseret ke dalam pertempuran tersebut.

Bentrok dengan Angkatan Laut AS membuat armada kapal perang konvensional Iran mengalami pukulan besar. Armada perahu kecil Iran kemudian menjadi bagian dari doktrin perang yang dirancang untuk menghadapi angkatan laut yang lebih unggul.

Armada perahu kecil merupakan salah satu bagian dari strategi Iran yang lebih luas, yang juga mencakup rudal, drone, ranjau, peluncur pantai, dan serangan dari proksi di negara-negara tetangga.

Dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), armada ini tidak dirancang untuk pertempuran konvensional di laut, tapi untuk “mengganggu, mengerubung, membingungkan, dan mengacaukan pelayaran,” kata Saeid Golkar, profesor madya di University of Tennessee di Chattanooga dan penasihat senior di United Against Nuclear Iran (UANI), organisasi nirlaba yang menentang rezim Iran.

“IRGC mengetahui bahwa mereka tidak dapat mengalahkan Amerika Serikat dalam perang laut konvensional,” tambahnya.

Karena itu, mereka menargetkan kapal tanker komersial dan menjadikan Selat Hormuz sebagai tempat yang lebih berbahaya untuk beroperasi. Hal ini tentu meningkatkan biaya dan risiko bagi perusahaan yang melintasi Teluk.

Taktik armada ini, antara lain, melepaskan tembakan di dekat kapal komersial, menanam ranjau di laut, dan mengirim perahu-perahu dengan kecepatan tinggi dari berbagai arah, menurut para ahli. Perahu-perahu tersebut sering dilengkapi dengan senapan mesin, roket, atau rudal anti-kapal.

Meskipun banyak perahu yang dirancang dan diproduksi dari nol oleh Iran, ada pula perahu-perahu penangkap ikan yang dialihfungsikan menjadi perahu serang. Perahu-perahu ini terjangkau dan mudah diganti, kata Can Kasapoglu, peneliti senior non-residen di Hudson Institute, sebuah lembaga kajian di Washington, dalam laporan terbaru.

Hal ini memungkinkan Iran mengancam kapal komersial dan militer “dengan biaya relatif rendah sambil menempatkan aset bernilai tinggi milik lawan dan ekonomi maritim global dalam risiko,” kata Kasapoglu.

Para ahli mengatakan tujuan keseluruhannya adalah menekan Washington agar tidak lagi berperang dengan Teheran sembari mencegah serangan di masa depan. Dikutip dari BBC News Indonesia.

Kondisi terkini harapan dunia, berdamai itu lebih penting dan perang AS Iran segera dihentikan.

Amerika Serikat dan Iran tidak memiliki skor perlombaan atau konflik langsung dalam arti pertandingan olahraga. Namun, dalam persaingan geopolitik dan militer di Timur Tengah, peta kekuatan kedua negara diukur berdasarkan keunggulan masing-masing:

1. Peringkat dan Anggaran Militer Global

Amerika Serikat: Diakui sebagai negara adidaya dengan militer terkuat di dunia (peringkat 1 menurut Global Firepower), menguasai teknologi mutakhir, serta memiliki anggaran pertahanan dan jumlah personel militer yang sangat besar.

Iran: Menempati peringkat ke-16 secara global. Meskipun kalah dari segi teknologi dan anggaran, Iran adalah kekuatan regional yang sangat diperhitungkan.

2. Keunggulan Geopolitik & Strategis

Amerika Serikat: Memiliki keunggulan dalam aliansi global, kekuatan proyeksi pangkalan militer internasional, dan teknologi tempur modern.

Iran: Menguasai posisi geopolitik yang sangat strategis karena mengendalikan Selat Hormuz (arteri utama ekonomi dan jalur minyak dunia) dan memiliki kekuatan perang asimetris yang tangguh di darat.

3. Taktik Tempur

AS vs Iran: Jika terjadi perang terbuka, AS sangat unggul di pertempuran udara dan laut. Akan tetapi, Iran memiliki keunggulan berupa cadangan rudal balistik yang diperkirakan mencapai ribuan unit dan jaringan proxy atau milisi sekutu yang tersebar luas di seluruh Timur Tengah.

Perseteruan kedua negara telah berlangsung lama dan melibatkan perang informasi, sanksi ekonomi, hingga persaingan pengaruh ideologis. Secara keseluruhan, tidak ada pihak yang menang telak tanpa dampak kerusakan yang besar bagi kedua belah pihak. 

Dan perang layak segera dihentikan, kedua belah pihak harus menghormati aturan perang kembali berdamai itu lebih penting. Hampir berbagai latar belakang Pengamat Internasional, berharap yang sama “agar segera akhiri perang AS Iran. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *