Ilistrasi Kegiatan Impor Barang Israel di Pelabuhan Indonesia.
Acehconnect.com | Jakarta. — Sejumlah barang kebutugan Indonesia masih diimpor dari Israel, hingga saat ini. Hal ini terungkap, dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS (Badan Pusat Statistik) merilis barang impor dari Israel menurun per Juni 2024. Penurunan berkisar 54%, jika dibandingkan dengan bulan lalu.
Penurunan paling signifikan terjadi pada HS 85 Mesin dan Alat Listrik yakni dari US$3,88 juta menjadi US$0,89 juta atau turun sebesar 77,12%.
“Impor asal Israel kecil sekali dibandingkan dengan total impor, bahkan turun 54% dibanding bulan lalu,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, dikutip Rabu (31/7/2024).
Secara rinci, komoditas yang paling banyak diimpor RI dari Israel adalah mesin listrik dan peralatan dan bagiannya dengan kode HS 85. Tercatat, nilai impor komoditas ini mencapai USD889.213.
Jika dibandingkan dengan Juni 2023, nilai tersebut naik dari USD293.480, namun turun jika dibandingkan Mei 2024 sebesar USD3,86 juta.
Selain itu, komoditas kedua yang paling banyak diimpor pada Juni 2024 ialah optik fotografi cinematografi pengukuran pemeriksaan dengan kode HS 90, dengan nilai impor sebesar USD616.468.
Lalu, komoditas ketiga terbanyak, yaitu reaktor nuklir, ketel uap, dan barang mekanikal atau kode HS 84 dengan nilai impor sebesar USD374.527.
“Impor asal Israel sangat-sangat kecil dibandingkan total impor Indonesia, karena saking kecilnya ini menjadi tidak berarti jika dibandingakn total impor,” pungkas Amalia. (*)











