Presiden RI Joko Widodo Bersama Arsjad Rasjid, (Dok. Arsjad Rasjid).
Acehconnect.com | Banda Aceh. — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sedang dilanda prahara internal. Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) tiba-tiba digelar dan menetapkan putra pengusaha Aburizal Bakrie, Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin. Hal ini dipastikan setelah beberapa petinggi Kadin buka suara, dalam penelusuran media ini ke berbagai laman Minggu 22 September 2024.
Setelah sempat dikabarkan terusir dari menara Kadin Jakarta, ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026 Arsjad Rasjid, Kamis 19 September 2024, menegaskan bahwa Kantor Kadin yang berlokasi di lantai 3 Gedung Menara Kadin di Jakarta telah beroperasional normal.
Sementara menurut Pimpinan Munaslub Kadin Indonesia Nurdin Halid mengatakan, kekisruhan Munaslub tidak perlu terjadi karena Munaslub timbul dari dinamika di tubuh Kadin. Dimana sejumlah Ketua Kadin daerah (Kadinda) dan Anggota Luar Biasa menilai adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Ketum Arsjad Rasjid yang dinilai tidak bisa menjaga independensi organisasi.
Merasa makin terpojok Ketua Umum Kadin periode 2021-2026, telah mengirim surat ke Presiden Joko Widodo setelah dicabutnya jabatannya melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana membenarkab ada surat dari Arsjad Rasjid yang diterima pada Minggu (15/9), surat tersebut akan segera ditindaklanjuti setelah diterima Jokowi.
Sedang Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa perselisihan ini merupakan masalah internal Kadin dan telah diselesaikan melalui Munaslub.
“Kalau kami di pemerintah ya, ini kan urusan internal Kadin sebenarnya. Dan sudah diselesaikan lewat dengan keputusan Munaslub yang ada,” kata Menkumham, kepada awak media, di waktu yang sama.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi), Nita Yudi yang juga Sekretaris Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia bahwa, Munaslub Kadin Indonesia diselenggarakan berdasarkan masukan sebelumnya dan surat permintaan resmi dari para ketua umum Kadin Daerah.
“Tidak ada inisiatif pemerintah di Munaslub. Semua murni dari Kadin Daerah dan asosiasi sebagai anggota luar biasa,” kata Nita dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/9/2024).
Dia menyatakan bahwa Munaslub Kadin Indonesia diselenggarakan berdasarkan masukan sebelumnya dan surat permintaan resmi dari para ketua umum Kadin Daerah.
“Munaslub kemudian dijalankan karena Dewan Pertimbangan Kadin harus dapat memfasilitasi dan menjalankan Munaslub yang telah diminta,” tuturnya.
Pernyataan Nita dikuatkan kembali oleh Ketua Harian Jaringan Pengusaha Nasional Widiyanto Saputro yang menyebutkan, penyelenggaraan munaslub bukan inisiatif dari ketua umum terpilih Anindya Bakrie. [*].











