AS Klaim Menang, Iran Tolak Menyerah Perang Berkecamuk Kembali

Rudal Iran bagai burung menembus udara Israel, foto: tangkap layar.

Internasional — Propaganda mulai dilakukan kembali oleh Amerika Serikat Donald Trump klaim bahwa, AS sudah menang lawan Iran. Keinginan mereda perang karena merasa Iran telah luluh lantak, AS bisa saja memperpanjang serangan. Ancam Donald Trump.

Dengan sikap Trump tersebut membuat Iran leluasa mengancam balik, Iran semakin yakin bahwa AS cuma gertak. Sehingga Iran akhirnya tidak henti-hentinya serang Israel, Tel Aviv seperti kota mati gelap gulita.

Serangan rudal balistik Iran menghantam infrastruktur energi vital di wilayah Israel. Ledakan besar di Pembangkit Orot Rabin memicu pemadaman listrik massal di Tel Aviv.

Fasilitas strategis tersebut lumpuh total setelah terkena hantaman rudal presisi tinggi Teheran.

Teheran meluncurkan serangan rudal balistik besar-besaran yang menyasar jantung infrastruktur energi Israel pada malam hari. Dampaknya, sejumlah wilayah di Tel Aviv dilaporkan berubah menjadi “kota mati” akibat pemadaman listrik total.

Iran menyebutnya, jika harga minyak tembus 200US$/ barel itu tanggung jawab AS. Kekacauan ini dimulai atas serangan AS ke Iran, dan Iran hanya membalas serangan.

Akibat propaganda AS dan Israel yang terus menyerang Libanon setelah beberapa waktu sempat reda, Iran habis kesabaran. Serangan balasan ke Israel dimulai lagi secara habis-habisan, Iran bersama Hisbullah bersatu serang Tel Aviv.

Langit Israel seperti kedatangan burung bercahaya di tengah malam buta hingga Kamis malam (12/3), Israel tidak bisa apa-apa karena rudal Iran terbang rapat menembus udara Tel Aviv.

Dan perang kali ini sudah tidak terkendali, dan bisa berlangsung lama. Apalagi setelah ketahuan Donald Trump menemui Putin secara diam-diam, perang AS Israel lawan Iran tidak lagi terkendali. Amerika pun telah mempersiapkan senjata supernya, sehingga dapat dipastikan pemenang perang adalah yang punya stock senjata dalam jumlah cukup. Timur Tengah bergejolak, harga minyak tidak terukur. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *