Daerah  

Langkah Jemput Bola Bupati Armia Bangkitkan Ekonomi Aceh Tamiang

Aceh Connect | Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, berdiri di tengah para petani penerima bantuan. Dengan suara tegas namun hangat, ia menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang diharapkan mampu mendorong produktivitas lahan di wilayah perbatasan Aceh tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Aceh Tamiang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas bantuan lima unit traktor roda empat ini,” ujar Bupati Armia, didampingi Wakil Bupati Ismail, SE.I.

Namun di balik seremoni penyerahan itu, ada arah kebijakan yang lebih besar: menjadikan sektor pertanian bukan hanya sumber pangan, melainkan juga sumber pendapatan daerah.

Bupati Armia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil dari strategi jemput bola yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang ke berbagai kementerian dan lembaga. Dalam audiensi dengan Menteri Pertanian pada 30 April 2025, ia membawa proposal yang menitikberatkan pada peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo.

Hasilnya, selain lima unit traktor, Aceh Tamiang juga mendapat komitmen dari Kementerian Pertanian berupa 1.000 ton benih padi yang kini sedang dalam proses distribusi dan 1.000 ton benih jagung yang menunggu petunjuk pelaksanaan. Sementara itu, pengadaan Rice Milling Unit (RMU) tengah diupayakan melalui alokasi APBN 2026.

“Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memilih untuk bergerak, bersinergi, dan berkontribusi dalam peta besar ketahanan pangan Indonesia,” tegas Bupati Armia.

Bagi Pemerintah Kabupaten, arah pembangunan seperti ini bukan sekadar program bagi petani, melainkan investasi jangka panjang. Dengan meningkatnya hasil panen, perputaran ekonomi lokal pun ikut tumbuh. Nilai jual gabah, jagung, dan hasil bumi lainnya yang meningkat akan memberi efek berganda terhadap pemasukan daerah, mulai dari pajak hasil bumi, retribusi perdagangan, hingga aktivitas logistik pertanian.

Analis ekonomi daerah menilai, jika pola jemput bola ini terus dijalankan secara konsisten, Aceh Tamiang berpotensi mengubah struktur PAD-nya menjadi lebih kuat di sektor riil. Peningkatan produktivitas petani bukan hanya menggerakkan ekonomi desa, tetapi juga memperluas basis pendapatan daerah yang selama ini bergantung pada dana transfer pusat.

Langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan daerah yang berpijak di sawah, bisa menumbuhkan nilai fiskal yang berdampak ke kas daerah. Dari lumpur persawahan, Aceh Tamiang mulai menanam harapan baru untuk menumbuhkan PAD melalui hasil bumi sendiri. (Kr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *