Satu Lagi Species Korban Perambahan Hutan

Red Colobus Zanzibar ini merupakan yang paling mirip dengan Red Colobus Miss Waldron yang terakhir dilihat pada tahun 1978.

Aceh Connect | Banda Aceh. — Hutan terus dirambah dan yang disalahkan adalah manusia orang perorang, sementara kelompok korporasi terus mendapat HGU membabat hutan habis-habisan. Habitat yang harusnya dilindungi kehabisan wilayah untuk berkembang biak, alhasil 1/1 habitat punah.

Peristiwa serupa terjadi hampir seluruh antero dunia, tidak kecuali di Ghana yang terletak di Afrika Barat, tepatnya di Teluk Guinea. Ghana berbatasan dengan Pantai Gading di sebelah barat, Burkina Faso di utara, Togo di timur, dan Teluk Guinea di selatan.

Di sana pernah hidup sekelompok besar hewan cantik dan punya ciri khas yang unik masuk dalam spesies monyet tanpa jari jempol. Monyet ini tergolong  berukuran sedang, dianggap punah sejak sejak awal tahun 2000-an.

Hewan ini ditemukan hidup di perbatasan antara Ghana dan Pantai Gading dan merupakan spesies yang luar biasa karena mereka tak punya jempol.

Hewan yang lembut ini biasanya hidup dalam gerombolan besar di atas kanopi pepohonan yang tinggi, dan mereka harus mengubah cara bertahan karena penebangan hutan oleh manusia.

Karena kelebatan hutan berkurang, gerombolan mereka menjadi terlalu kecil.

Akibatnya monyet Red Colobus lebih lemah dalam menghadapi pemangsa, dan mengalami kelemahan genetik akibat perkawinan sedarah.

Meski diinyatakan punah pada sekitar tahun 2000an, namun dipastikan terlihat terakhir pada tahun 1978. Monyet merah ini tidak ada di Sumatera, spesies hanya hidup di Afrika. Dikutip Aceh Connect dari berbagai sumber, Kamis 17  April 2025. [**].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *