Edi dan Noval, foto: Dok. Pribadi.
ACEH CONNECT — Perjalanan kemanusiaan tim D’Royal Coffee Space ke wilayah terdampak banjir di Aceh Utara meninggalkan kesan yang sulit dilupakan. Melihat langsung rumah hanyut, harta benda hilang, anak-anak ketakutan, hingga orang tua bertahan kedinginan di perbukitan membuat dua pengusaha muda, Edi Faisal dan Noval, merasakan pukulan batin yang dalam. Kondisi di lapangan jauh lebih memprihatinkan daripada yang mereka bayangkan.
Setelah menembus banjir, lumpur, dan medan berat menuju puncak Bukit Linteung, keduanya sadar bahwa bantuan yang mereka bawa belum sebanding dengan kebutuhan warga. Para pengungsi kekurangan tenda, air bersih, selimut, lampu penerangan, dan makanan cepat saji untuk anak-anak. Banyak yang bertahan hanya dengan pakaian yang melekat di tubuh.
Melihat kenyataan tersebut, Edi dan Noval berkomitmen untuk segera berkonsolidasi dengan para pengusaha di Kota Lhokseumawe. Mereka akan membentuk gerakan kemanusiaan yang lebih besar dan terkoordinasi, menggalang dukungan dari pengusaha, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat agar dapat kembali turun membawa logistik yang lebih memadai.
“Situasinya sangat memprihatinkan. Kita tidak boleh membiarkan saudara-saudara kita bertahan sendiri dalam kondisi seberat ini,” tegas Edi. Ia menekankan bahwa semua lapisan masyarakat harus turun tangan tanpa menunggu siapa pun, demi meringankan beban warga yang kini menggantungkan harapan pada kepedulian sesama.
Noval menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tentu menghadapi tekanan dan kewalahan menangani bencana seluas ini. Karena itu, dukungan masyarakat dan para pengusaha menjadi sangat penting agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan merata.
Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa di tengah musibah besar, solidaritas dan rasa kemanusiaan adalah kekuatan terbesar. D’Royal Coffee Space menyatakan siap kembali hadir dengan bantuan yang lebih besar dan mengajak semua pihak untuk berdiri bersama rakyat saat mereka paling membutuhkan. [].











