Stock Amunisi Tentukan Kemenangan Perang

Jika Perang Berlanjut Bisa Menguras Amunisi AS dan Israel?

Teheran gunakan drone murah dan rudal untuk memaksa AS-Israel menguras stok misil berharga mahal, foto: IDN.

Internasional — Mantan Panglima NATO, James Stavridis, menegaskan bahwa kemenangan dalam perang ini tidak lagi ditentukan hanya oleh kecanggihan teknologi, melainkan oleh ketahanan logistik.

“Berapa banyak persediaan yang tersisa? Dalam perang, tim logistiklah yang pada akhirnya menentukan keberhasilan atau kegagalan,” tulis Stavridis melalui akun X miliknya.

Sementara itu berbagai pihak menganggap, Iran berhasil memperdaya pangkalan-pangkalan AS dengan drone lebih awal agar AS mencegatnya dengan berbagai amunisi. Baru kemudian Iran menyerang yang sesungguhnya, menggunakan rudal balistik dan lainnya.

Akibatnya, hampir semua pangkalan AS di Timur Tengah kehabisan pasokan. Berbagai laporan baik dari Qatar, Arab Saudi dan lainnya menyatakan pasokan sudah sangat kurang dan minta diisi kembali. Permintaan itu, diperkirakan belum dapat dipenuhi karena AS sendiri sudah mulai merasakan hal yang sama.

Perang diperkirakan berlanjut hingga 4 Minggu ke depan, sehingga dapat dipastikan AS membutuhkan amunisi yang tidak sedikit karena kebutuhan  pangkalan dan kebutuhan pertahanan dalam negerinya. Jangka waktu 4 pekan tersebut, nyaris dua kali lipat durasi yang disebutkan Trump pada akhir pekan lalu. Sehingga pernyataan Trump dianggap, terus berubah-ubah.

Dibeberapa kanal YouTube juga menyebutkan, 4 bulan sudah Trump memimpin telah begitu banyak kebijakannya yang kontroversial dan agresif. Hal ini memunculkan perpecahan di dalam kabinetnya, serta mendapat gugatan dari sebagian negara bagian.

Trump mempertaruhkan kebesaran negara AS, hanya dengan spekulasi dan kontroversi. Dan ini tidak akan dibiarkan larut dengan ego dan khayalan Trump, negara tentu akan segera ambil alih selamatkan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Resolusi bipartisan gagal, Trump tetap lanjutkan serangan militer ke Iran tanpa restu Kongres. Sebagaimana yang dilansir BBC, Senat Amerika Serikat menolak sebuah resolusi bipartisan yang dirancang untuk membatasi kekuasaan Presiden Donald Trump dalam melakukan tindakan militer terhadap Iran.

Resolusi tersebut gagal maju setelah ditolak di Senat dengan suara 53–47, hampir sepenuhnya berdasarkan garis partai. Resolusi itu bertujuan untuk menghentikan aksi militer AS lebih lanjut di Iran tanpa persetujuan Kongres, menegaskan bahwa hanya legislatif yang berwenang menyetujui deklarasi perang menurut Konstitusi AS.

Namun, sebagian besar Senator Republik menolak langkah tersebut dan mendukung hak Trump untuk melanjutkan operasi militer.

Trump dapat dukungan Senator Republik, dan Iran tidak akan berhenti menyerang sebagai wujud pembalasan atas wafatnya Pemimpin tertinggi Iran. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *