Sultan Priok dan Sosok Privat

Ahmad Sahroni dan Feby Belinda. (Instagram/ ahmadsahroni88)

ACEH CONNECT | JAKARTA — Feby Belinda, istri politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni, menjadi sorotan usai rumah mewah mereka di Tanjung Priok dijarah ratusan massa.

Peristiwa ini terjadi di tengah gejolak politik pasca ucapan kontroversial Sahroni, memicu spekulasi soal keberadaan keluarganya yang disebut mengungsi ke luar negeri.

Rumah mewah pasangan yang dijuluki “Sultan Priok” ini diserbu dan dijarah ratusan massa di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (30/8/2025).

Di tengah suasana mencekam, keberadaan Feby Belinda dan keluarganya menjadi tanda tanya besar. Beredar rumor bahwa mereka mengungsi ke luar negeri untuk menghindari amukan massa. Sebagaimana yang dilansir, Fajar.co.

Profil Singkat Feby Belinda

Berbeda dengan suaminya yang aktif di media sosial, Feby Belinda dikenal sebagai sosok privat. Ia jarang tampil di depan publik dan lebih memilih menjaga kehidupan keluarganya tetap sederhana.

Nama: Feby Belinda, Suami: Ahmad Sahroni, Anak: Ahmad Roffbell Ardante Sahroni (putra) dan Kyrene Thalia Arabella Sahroni (putri).

Meski jarang terekspos, Sahroni sesekali membagikan momen kebersamaan mereka, seperti saat merayakan ulang tahun pernikahan pada 9 Februari lalu.

Kontroversi “Orang Tolol Sedunia” dan Aksi Massa

Kericuhan di kediaman Sahroni dipicu ucapan kontroversialnya pada 22 Agustus lalu, ketika ia menyebut kelompok yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “mental orang tertolol sedunia.” Pernyataan itu memantik kemarahan publik, diperparah isu kenaikan tunjangan DPR.

Aksi protes yang semula berlangsung di jalanan kini meningkat menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan keluarga Sahroni.

Kronologi Penyerbuan Rumah

Sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu sore, ratusan orang berkonvoi menggunakan sepeda motor menyerbu rumah Sahroni di Tanjung Priok. Mereka merangsek masuk dan menjarah berbagai barang berharga.

Saat penyerangan berlangsung, Sahroni dan Feby Belinda tidak berada di lokasi. Rumor yang beredar menyebutkan mereka telah mengungsi ke Singapura untuk menghindari eskalasi.

Krisis Politik dan Keamanan

Serangan ke rumah pribadi ini memperlihatkan betapa panasnya situasi politik yang melibatkan Sahroni. Polemik yang awalnya hanya berupa kontroversi ucapan kini berkembang menjadi ancaman keamanan serius.

Publik menunggu langkah tegas aparat terkait aksi anarkis tersebut sekaligus menantikan nasib politik Sahroni, yang sebelumnya sudah dicopot dari jabatan pimpinan Komisi III DPR dan dinonaktifkan oleh partai pengusungnya (Nasdem).

Bukan hanya rumah Ahmad Syahroni yang dirusak dan dijarah, Nafa Urbach, Ekopatrio dan Uya-Uya serta lainnya menjadi korban dari aksi perusakan termasuk rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Meski kemudian aparat sedang mengembangkan pelaku perusakan dan penjarahan, karena terekam berpakaian yang sama (hitam) dan hampir semua menggunakan helm serta masker.  [**].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *