Ancaman AS Tidak Henti, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz 

Demo makin menjadi, pembantaian tidak henti..

Dunia tidak lagi mampu mengatasi kebiadaban Israel, tidak ada lagi hukum yang bisa menghentikan serangan Zionis ke Lebanon yang kini sedang lemah. Israel suka-suka membantai rakyat Lebanon yang tidak berdosa, perempuan, anak-anak, orang yang sedang sakit dan lansia dibunuh secara keji.

Jum’at 17 April 2026, sempat disepakati gencatan senjata 10 hari bagi Lebanon. Iran langsung membuka Selat Hormuz sebagai bukti sportifitas Iran terhadap dunia, namun selang beberapa saat gencatan senjata Israel masih menyerang Lebanon dan AS justru memblokade Selat Hormuz dan tindakan itu ilegal.

Iran terus dibohongi oleh kedua negara tersebut, Israel dan Trump yang terus mengancam. Iran habis kesabaran, meski dunia belum juga bergeming. Selat Hormuz kini ditutup lagi setelah sempat dibuka, Iran benar telah habis kesabaran mengharap rasa, lawan Zionis bersama-sama.

Duta Besar Indonesia untuk Iran periode 2011-2016 Dian Wirengjurit, melalui televisi nasional (19/4) mengajak agar umat Muslim melepas sekat dan perbedaan pandangan. Iran sebagaimana negara Islam (Syiah), berperang dibiarkan sendirian membela rakyat Palestina dan Lebanon yang tak berdosa.

Berbagai negara yang mengaku sebagai negara dominan Muslim, tega membiarkan Iran dan Lebanon dibantai oleh Zionis. Mereka menunggu rasa kemanusiaan, agar tidak lagi membiarkan Zionis berlaku sesuka hati. Pungkasnya.

Sumber lain menyebutkan, situasi setelah munculnya blokade AS di Selat Hormuz semakin kacau. Perang kemungkinan semakin meluas, jalan damai sudah ditutup. Setiap kali ada cetusan gencatan senjata, di saat itu pula timbul pembohongan dari Zionis dan Donald Trump.

Warga Palestina dihantui dengan ancaman hukuman mati, yang telah ditetapkan Mahkamah Israel. Demo terus meluas, mencoba menghentikan eksekusi hukuman Israel bagi tawanan warga Pelestina. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *