Thailand Negeri Dinasty Guling Mengguling

Indonesia Telah Melewati Masa Itu

Paetongtarn Shinawatra, putri bungsu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra, resmi menjabat perdana menteri Thailand berikutnya setelah mendapat cukup dukungan dari anggota parlemen.

Acehconnect.com | Banda Aceh. — Thailand dari sejarah sebuah negeri yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Eropa, bahkan Thailand adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara (ASEAN) yang tidak pernah dijajah.

Indonesia sempat merasakan penjajahan oleh Bangsa Belanda dan Jepang hingga ratusan tahun. Negara lainnya yang berada di ASEAN juga mengalami masa kolonialisme atau waktu di mana kekuasaan atas negaranya dikontrol oleh negara lain (sejarah kelam, jangan terulang).

Kala itu, memang bangsa Eropa tengah merajai sebagian besar negara di dunia termasuk di benua Asia. Tapi Thailand tidak terkena penjajahan, meski wilayah sekitarnya dikuasai Inggris dan Prancis.

Namun negara ini paling sering berganti pemimpin, persoalan guling menghilang telah menjadi drama biasa di sana.
Perdana Menteri berkuasa hanya dengan hitungan hari, ada yang 2 hari , 17, 30, 50 hari dan ada juga yg sampai 6 tahun berkuasa.

Penggulingan pemimpin dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik pengadilan, Mahkamah hingga kudeta militer. Itu hal biasa, dinasty yang tergusur akan kembali berkuasa dengan perjalanan politik yang tiada henti.

Kini Paetongtarn, yang menerima dukungan dari 319 anggota parlemen dan ditolak 145 anggota parlemen pada Jumat (16/08), akan menjadi perdana menteri termuda yang memimpin negara tersebut.

Pengangkatan perempuan berusia 37 tahun itu terjadi dua hari setelah putusan Mahkamah Konstitusi yang melengserkan mantan perdana menteri Srettha Thavisin.

Paetongtarn adalah anak bungsu dari tiga bersaudara yang lahir dari tokoh politik Thailand, Thaksin Shinawatra. Ayahnya digulingkan dalam kudeta pada tahun 2006, namun tetap sangat berpengaruh di negara tersebut.

Paetongtarn adalah anggota keempat keluarga Shinawatra yang menjadi perdana menteri. Dikutip dari berbagai sumber media ini, (18/7).

Saudara ipar Thaksin, Somchai Wongsawat, sempat menjadi perdana menteri pada tahun 2008. Kemudian, adik Perempuan Thaksin, Yingluck Shinawatra, menjadi perdana menteri dari tahun 2011 hingga 2014. Baik Somchai maupun Yingluck dipaksa turun dari jabatannya berdasarkan putusan pengadilan.

Paetongtarn juga menjadi perempuan kedua yang memimpin Thailand setelah tantenya, Yingluck.

Paetongtarn, yang sama sekali belum pernah menduduki posisi pemerintahan, akan mengemban tugas membangkitkan ekonomi Thailand serta menghindari kudeta militer dan intervensi pengadilan yang membubarkan empat pemerintahan sebelumnya.

Thaksin pertama kali menjadi perdana menteri pada 2001. Namun masa jabatan keduanya tiba-tiba berakhir setelah pemerintahannya digulingkan melalui kudeta militer pada tahun 2006.

Ia kembali ke Thailand setelah 15 tahun di pengasingan pada Oktober lalu, beberapa jam sebelum Srettha terpilih sebagai perdana menteri.

Hal ini bisa terjadi setelah dia membuat kesepakatan yang tidak terduga dengan mantan musuh-musuhnya di kalangan militer pendukung setia Kerajaan Thailand – sebuah perjanjian kontroversial yang dianggap sebagai pengkhianatan oleh banyak pemilih.

Kesepakatan ini dimungkinkan berkat musuh bersama; sebuah partai muda yang populer, Move Forward, yang memperoleh suara terbanyak setelah menjanjikan reformasi.

Janji itu terbukti menjadi bumerang. Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk membubarkan Partai Move Forward lantaran partai itu bertekad mereformasi undang-undang lese majeste yang ketat di negara tersebut.

Seperti yang diketahui Lese- Majeste ini merupakan undang-undang yang dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada jajaran kerajaan ataupun kepada kaum elit konservatif negara tersebut dari segala kritikan ataupun pendapat yang disampaikan oleh masyarakat Thailand.

Kondisi Lese Majeste ini mirip yang diwaspai Fahri Hamzah, sebelum dirinya mendirikan partai politik (Fahri dikenal kritis, red). Syarat presidential threshold mengharuskan sejumlah partai berkoalisi demi memenuhi syarat kursi 20 persen di DPR.

Ungkapan Fahri kini terbukti, semua merapat ke Penguasa agar partainya selamat. Penguasa dapat saja gerah dan lelah, tapi kekuasaannya tidak tergoyahkan dapat terus berkonsentrasi. Wajar jika isu masa jabatan Presiden RI, lebih dari 5 tahun. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *