Ketika Perintah Tangkap Netanyahu Malah Warga Gaza Panen Zaitun Disiksa

Pasukan Israel melarang warga Palestina untuk datang ke lahan zaitun mereka di dekat Ramallah, Tepi Barat (Al Jazeera).

ACEH CONNECT | JAKARTA — Stasiun Televisi hari ini Minggu (9/11), gencar memberitakan betapa warga asli Palestina justru disiksa dan dianiaya oleh pendatang penduduk Israel ilegal. Mereka memukuli warga Palestina yang sedang memanen buah zaitun, warga Palestina terluka hingga ada yang tulang lehernya patah.

Tragis akan tetapi tidak akan mundur selangkahpun, warga Gaza terus mempertahankan tanah leluhurnya kebun zaitun meski harus meregang nyawa.

Ini bukan sekadar pohon, ini adalah warisan nenek moyang kami; dari mereka kami bertekad untuk melindunginya.” – Ucap Mohammed Abu Al-Rabb, petani zaitun di Tepi Barat.

Beberapa hari setelah gencatan senjata Gaza disepakati, tepatnya pada 13 Oktober 2025, pemukim-pemukim ilegal Israel mencabut 150 pohon zaitun di Desa Bardala, Lembah Yordan utara, menghancurkan mata pencaharian beberapa keluarga di daerah tersebut.

Pada hari yang sama, para pemukim juga menyerang petani Palestina di Beit Fajjar, selatan Betlehem. Saksi mata mengatakan bahwa para pemukim melemparkan batu, membawa anjing untuk menyerang penduduk, juga membakar kendaraan di area tersebut.

Di Palestina, terkhusus di Tepi Barat, musim panen zaitun selalu menjadi momen yang membahagiakan sekaligus mengerikan dalam satu waktu. Bagaimana tidak, musim panen yang seharusnya membawa sukacita, seringkali kandas karena meningkatnya serangan pemukim dan pasukan Israel.

Sejak genosida Gaza dimulai pada Oktober 2023, kekerasan pemukim di Tepi Barat juga semakin meningkat. Menurut data dari Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), pemukim Israel  telah menyerang warga Palestina hampir 3.000 kali di Tepi Barat selama dua tahun terakhir.

Kekerasan demi kekerasan masih terus berlanjut hingga sekarang, meski desakan agar Netanyahu ditangkap. Sebagaimana dilansir detikcom, Perintah untuk menangkap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu datang dari Ankara Turki. Perintah penangkapan terhadap Netanyahu itu dikeluarkan Turki terkait genosida di Gaza.

Dirangkum detikcom, Minggu (9/11/2025) Pengadilan Turki merilis surat perintah penangkapan atas tuduhan genosida, pada Jumat (7/11), terhadap Netanyahu dan sebanyak 36 pejabat senior dalam pemerintahannya terkait perang mematikan di Jalur Gaza.

Kantor Kejaksaan Istanbul dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, mengumumkan pengadilan telah merilis surat perintah penangkapan terhadap 37 pejabat senior Israel, termasuk Netanyahu, atas tuduhan genosida dan kejahatan kemanusiaan terkait perang Gaza.

Pada hari yang sama warga Israel menyerang warga Palestina yang sedang bersuka cita memanen buah zaitun, harus mengalami peristiwa tragis bukan zaitun yang didapat akan tetapi penyiksaan sadis menerpa warga gaza. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *