Ketua Komite Maswadi Syarif, M.Pd didampingi Kepala Sekolah Muhammad Amin, SP, MP. Foto (Ist), Dok pribadi Maswadi.
Aceh Connect | Aceh Besar. — Maswadi Pensiunan Kepala SMKPP Saree masih menyempatkan diri dlm dunia pendidikan vokasi, hingga sekarang ini. Dirinya membantu manajemen sekolah dalam banyak hal, semua kebijakan positif yang sifatnya meningkatkan mutu pendidikan vokasional skill.
Sekarang setelah dirinya pensiun, SMKPP (Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian) Negeri Saree ini dipimpin oleh Muhammad Amin, SP, MP, sejak tahun 2017 hingga sekarang. Selama estapet kepemimpinannya di sekolah tersebut, sudah banyak dikenal masyarakat Aceh khusunya hingga namanya dikenal sampai ke pusat. Kata Maswadi langsung kepada redaksi Aceh Connect, Kamis malam 27 Maret 2025.
SMKPP Saree adalah sekolah Menengah Kejuruan pembangunan pertanian khusus bidang vokasional pertanian, peternakan, perkebunan yang intinya semua rumpun pertanian. Hingga sekarang belum dimilikinya, jurusan perikanan.
Menurut Ketua Komite SMKPP Negeri Saree, sekolah tersebut sangat cocok untuk generasi Aceh belajar ilmu pertanian. Hal ini sesuai dengan Visi dan mMsi Gubernur Aceh, memperbanyak sekolah vokasi supaya generasi Aceh siap bekerja sesuai ilmu dan keahlian yang dimilikinya.
Ada beberapa keunggulan yang dimiliki sekolah ini, salah satu sekolah ini dibiayai oleh APBA dan APBN sebagai sekolah Boarding School. Seluruh murid diasramakan selama 3 tahun secara gratis, termasuk biaya akomodasi dan konsumsi.
Persoalan yang sedang dihadapi.
SMKPP Saree tidak dibolehkan memungut kutipan kepada siswa dan Wali murid, sedangkan kebutuhan sangat kompleks termasuk kebutuhan klinik siswa. Kegiatan tambahan lainnya, seperti pengajian Alqur’an, kitab dan tauhid tasauf.
Semua honor dan biaya lainnya bagi Tenaga Teugku dan Ustat yang didatangkan dari luar sekolah, bukanlah jumlah yang kecil. Kegiatan ektra kurikuler lainnya, seperti Pramuka, olah raga, kesenian. Masih diupayakan sumber tambahan, agar kegiatan ini dapat dipertahankan.
Sesuai dengan UU komite, komite wajib mencari sumber pendanaan untuk siswa melalui pendekatan kelembagaan. Komite terus berusaha, baik melalui anggota DPR secara perorangan, maupun secara kelembagaan. Perusahaan BUMN, dan lainnya. Pungkas Maswadi. [*].











