Saatnya Pemerintah Aceh Mencari Solusi Kemandirian Listrik

Ilustrasi penerangan tanpa listrik.

ACEH CONNECT | BANDA ACEH —Konslet listrik memang menjadi ancaman serius yang menghantui warga karena dapat menyebabkan kebakaran, kerusakan properti, dan bahkan mengancam nyawa. Sore ini Sabtu (15/11), sebagian kota Banda Aceh tiba2 peralatan rumah bergetar (menakutkan rasanya) akibat dugaan tegangan listrik meningkat, tak lama kemudian listrik padam.

Warga mencari penerangan berbagai cara, termasuk senter ditembakkan ke plafon agar rumah bisa terang. Atau menyalakan lilin, persis masa sebelum konflik Aceh tahun 1970an. Ternyata listrik bisa membawa kita ke masa lalu, hidup dalam kegelapan. Kata salah seorang warga Banda Aceh, kepada awak media ini dihari Sabtu ini 15 Nopember 2025.

“Jika sering terjadi pemadaman apa yang bisa  dilakukan masyarakat, agar keadilan didapatkannya. Karena jika kita terlambat bayar sehari saja kena denda, sedang jika pln lengah masyarakat cuma bisa konflik dengan diri sendiri tanpa tahu harus berbuat apa.” Tambahnya.

PLN Aceh nyaman-nyaman saja, kehumasan PLN Wilayah Aceh tidak mudah untuk dijangkau. Media ini sudah berulangkali berusaha, agar adanya komunikasi manakala warga mengeluh tentang PLN. Akan tetapi manajemen Pln tertutup untuk sebagian media, jikapun tidak dapat digeneralisir seluruh media lokal yang ada di Aceh.

Peristiwa terganggunya listrik pada 15 November 2025 pukul 17.05 WIB juga menunjukkan hal sama, Aceh gelap hingga menjelang tengah malam. Banda Aceh baru menyala pukul 23.03 WIB, berbeda dengan kota Lkohseumawe di sana lebih awal sekitar pukul 21.00 Wib. Ternyata keadaan ini belum berakhir, hari ini Minggu 16 Nopember 2025 sekira pukul 09.00 listrik padam lagi dan kembali menyala pukul 11.00 wib dan malam ini entah padam lagi.

Berbagai pihak menyuarakan, Aceh sudah cukup alasan untuk mencari kemandirian energi khususnya dalam  bidang kelistrikan. Aceh punya banyak potensi energi, seperti panas bumi dan lain sebagainya. Kita dapat mengajak investor dari luar, bangun energi kelistrikan di Aceh. Apalagi bahan baku kelistrikan semakin beragam, dan kebutuhan listrik semakin meningkat.

Kita pasti mampu dan mulailah dengan skala kecil dan penerangan terbatas, di daerah baru dengan model pembangkit yang lebih murah dan bahan baku yang tersedia banyak di Aceh termasuk sampah sawit dan lain sebagainya.

Sedang dalam industri tertentupun dimungkinkan punya kemandirian listrik, meski PLN pemegang otoritas prioritas kelistrikan di Indonesia. Apalagi daerah yang selalu bermasalah dengan kelistrikan dan ketergantungan pasokan dari daerah lain (luar Aceh), tentu ini cukup alasan bahwa Aceh harus mandiri di bidang kelistrikan. Ungkap berbagai sumber, kepada media ini (16/11/2025). [**].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *