Soal Baut Jembatan Harus Diluruskan Jangan Jadi Fitnah Aceh Berduka

Usut Tuntas, Agar Masyarakat Aceh Tidak Merasa Terancam dan Dipermalukan.

BANDA ACEH — Luka lama saling menebar fitnah di masa lalu, seakan membangkitkan kembali kenangan suram masyarakat Aceh. Baut jembatan tidak mudah untuk dibuka setelah dipasang, tapi kenapa ada yang menyampaikan ke KASAD sebagai hal yang sepertinya diluar nalar.

Baut itu kecil tapi sensitif dekat dengan kata biadab dan kurang ajar, sebagaimana yang dilansir detikNews Rabu, 31 Des 2025.

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sebelumnya mengaku geram karena ada baut-baut jembatan bailey yang dibangun di Aceh diduga dicuri. Maruli mengatakan hal itu merupakan sabotase terhadap jembatan.

“Dalam kondisi kompak pun, ini masih ada orang yang berusaha mensabotase jembatan bailey kita. Dua hari yang lalu, mungkin ada ditayangkan ininya, dibongkar baut-bautnya,” kata Maruli dalam konferensi pers di Posko Terpadu Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/11)

Pernyataan KASAD diperkuat kembali dengan pernyataan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem merespons soal baut-baut jembatan bailey di Teupin Mane, Bireuen diduga dicuri. Diangkat oleh media yang sama (detikNews),  Mualem meminta pelaku tidak mencari kesempatan di tengah bencana.

“Orang tidak bertanggung jawab, masa keadaan seperti ini cari kesempatan jual besi buruk. Kan kurang ajar itu namanya,” kata Mualem kepada wartawan di Banda Aceh, seperti dilansir detikSumut, Selasa (30/12/2025).

Di waktu yang sama masih ada masyarakat Aceh yang berani memberi tanggapan, mewakili masyarakat lokal lainnya. Sebagaimana yang dilansir  beritamerdeka.net , Selasa (30/12) berikut ini:

Pemberitaan yang menyatakan sejumlah baut pada Jembatan Bailey Teupin Mane di Kecamatan Juli, Bireuen, dicopot oleh orang tidak dikenal (OTK) dinilai sebagai berita sangat menyesatkan dan hoaks sekaligus sama dengan menuduh warga lokal pencuri.

Kabar tersebut bahkan dianggap memojokkan masyarakat Kecamatan Juli, Bireuen, hingga seluruh masyarakat Aceh. Hal itu disampaikan Safrizal, warga Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Juli, Selasa (30/12/2025).

Menurut Safrizal, media yang menyebarkan berita tersebut tidak melakukan verifikasi kebenaran informasi terlebih dahulu. Padahal, jembatan yang terletak di ruas lintas nasional Bireuen-Takengon tersebut selalu dijaga pihak keamanan selama 24 jam.

“Sangat tidak pantas jika untuk mencari perhatian dengan memojokkan kami masyarakat Juli difitnah dengan tuduhan OTK. Padahal, kami sangat menghargai jembatan yang menjadi akses penting ini,” ujarnya.

Safrizal menambahkan, warga Kecamatan Juli memiliki integritas yang tinggi. Bahkan pada saat musibah banjir dan dalam kondisi sulit, masyarakat memilih untuk mencari solusi mandiri seperti merebus pisang ketimbang melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

“Mustahil kalau warga kami dituduh ada yang mencopot baut jembatan, apalagi jembatan tersebut juga diawasi oleh dinas terkait dan masyarakat dalam mengatur aliran lalu lintas,” jelasnya.

Keadaan ini semakin disayangkan karena Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) TNI mungkin salah mendapatkan informasi dari bawahannya.

Oleh karena itu, Safrizal meminta pihak yang telah mencemarkan nama warga setempat untuk minta maaf. “Kalau ada yang curi, buktikan. Biar kira lihat siapa yang biadab sebagaimana disampaikan Pak KASAD ” tutupnya. [].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *